Berita  

Jumadin Bawa Produk UMKM Aceh Meusyeuhu ke DigiPreneurs Summit Medan

Jumadin Bawa Produk UMKM Aceh Meusyeuhu ke DigiPreneurs Summit Medan

Mediasatunews.com | Medan – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Aceh, Jumadin, memperkenalkan produk lokal Aceh melalui jenama Meusyeuhu dalam kegiatan DigiPreneurs Summit: Gala Dinner & DigiTalk yang digelar Digital Literacy Access bersama Junior Chamber International (JCI) Medan di JW Marriott Hotel Medan, Jumat (21/8/2026) malam.

Mengusung tema “Building a Global Marketplace Through Digital Innovation”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta jaringan internasional untuk mendorong pengembangan dan perluasan pasar produk lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Jumadin memperkenalkan Meusyeuhu sebagai salah satu produk lokal Aceh sekaligus membawa semangat pelaku UMKM daerah untuk berkembang melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan jejaring usaha.

Keikutsertaan Meusyeuhu dalam forum tersebut menjadi momentum untuk memperluas eksposur produk Aceh sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Jumadin mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Meusyeuhu untuk memperkenalkan produk Aceh dalam forum yang mempertemukan pelaku usaha dari Aceh dan Sumatera Utara dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi saya dapat membawa Meusyeuhu dan memperkenalkan produk lokal Aceh dalam kegiatan DigiPreneurs Summit. Ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta mendorong produk UMKM Aceh agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Jumadin.

Ia berharap keterlibatan UMKM Aceh dalam berbagai forum kolaborasi dapat terus diperkuat sehingga pelaku usaha lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menembus pasar nasional dan global.

Meusyeuhu merupakan jenama yang mengangkat identitas dan nilai lokal Aceh. Kehadiran Jumadin dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi produk Aceh sekaligus memperkuat posisi UMKM lokal dalam ekosistem ekonomi digital.

Menurut Jumadin, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, lembaga pendukung, dan jaringan internasional penting untuk membuka akses pelaku UMKM terhadap teknologi, jejaring bisnis, serta peluang pasar yang lebih luas.

“Bangga membawa produk Aceh, berinovasi untuk pasar global,” menjadi semangat Meusyeuhu dalam mengikuti perkembangan ekosistem UMKM dan transformasi digital.[]