Mediasatunews.com | Banda Aceh – Sekitar 50 wartawan dari berbagai media di Aceh berdialog dengan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam kegiatan “Ngopi Sore Bersama DPR Aceh” di Warkop Sekber Jurnalis, Kota Banda Aceh, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara insan pers dan legislatif untuk membahas sejumlah isu aktual di Aceh sekaligus mengklarifikasi informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Wakil Ketua DPR Aceh Saifuddin Muhammad mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara lembaga legislatif dan wartawan.
Menurutnya, hubungan yang baik antara DPR Aceh dan pers diperlukan untuk memastikan informasi yang berkembang di masyarakat dapat dikonfirmasi sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada publik lebih akurat.
“Ngopi bareng DPR Aceh ini sangat baik untuk membangun sinergi antara wartawan dengan DPR Aceh. Ini juga menjadi kesempatan untuk memvalidasi isu-isu terkini agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan akurat,” ujar Saifuddin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai wadah komunikasi terbuka antara DPR Aceh dan insan pers.
“Ke depan, kegiatan ngopi bareng DPR Aceh ini bisa kita buat lagi,” katanya.
Kegiatan yang dimoderatori wartawan senior Azhari tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan anggota fraksi DPR Aceh, di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat Arif Fadillah, Ketua Fraksi Gerindra Abdurrahman Ahmad, Ketua Fraksi PPP-PAS Amiruddin Idris, Ketua Fraksi NasDem Nurchalis, Ketua Fraksi Golkar-PAN-PDA Muhammad Rizky, serta Fuadri dari PAN.
Dalam dialog tersebut, wartawan mengangkat sejumlah isu yang menjadi perhatian publik Aceh. Salah satunya terkait realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Aceh yang berkaitan dengan penanganan dan pemulihan pascabencana.
Selain TKD, pembahasan juga mencakup regulasi bendera Aceh dan sejumlah persoalan aktual lainnya.
Diskusi berlangsung terbuka melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan wartawan dijawab oleh pimpinan dan anggota DPR Aceh sesuai bidang tugas serta komisi masing-masing.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun komunikasi yang lebih intensif antara DPR Aceh dan media dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan serta persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat Aceh.[]






