BSI Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Dukung Pemulihan Pesisir dan Ekonomi Masyarakat

BSI Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Dukung Pemulihan Pesisir dan Ekonomi Masyarakat

Mediasatunews.com | Aceh Tamiang – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melanjutkan rangkaian program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 di Aceh Tamiang melalui penanaman mangrove dan edukasi kepada masyarakat tentang pelestarian lingkungan serta pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sungai Kuruk III, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan turut dihadiri Senior Vice President Environmental, Social, and Governance (ESG) BSI M. Syukron Habiby, Penelaah Teknis Kebijakan BP BUMN Hendra, Kepala UPTD KPH Wilayah VII Aceh Aang Kunaifi, serta Kepala MDSK Sungai Kuruk III Zaharuddin. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengikuti kegiatan secara virtual.

Melalui program tersebut, BSI menanam 15.000 bibit mangrove di lahan seluas lima hektare. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan kawasan pesisir Aceh Tamiang sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Program berbasis blue carbon tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan bencana, sekaligus menjaga ekosistem yang menjadi bagian penting dari kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

BSI menyebut program tersebut berpotensi memberdayakan lebih dari 1.300 masyarakat serta menyerap karbon lebih dari 28.500 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e) per tahun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga dengan memulihkan ekosistem lingkungan yang terdampak.

“Pemulihan bukan hanya tentang mengembalikan apa yang pernah ada, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin ikut menjaga pesisir Aceh Tamiang sekaligus mendukung masyarakat agar dapat kembali membangun kehidupan dan perekonomiannya yang selaras dengan keberlanjutan,” ujar Anggoro.

Selain penanaman mangrove, para relawan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

Materi yang diberikan meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemasaran, pengembangan produk, serta pengelolaan keuangan.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemulihan pascabencana dapat mencakup aspek lingkungan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat.

Penanaman mangrove dan edukasi UMKM tersebut merupakan rangkaian hari ketiga RBB 2026 di Aceh Tamiang yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026.

Program RBB 2026 di Aceh Tamiang menyasar masyarakat terdampak bencana, pelajar dan tenaga pendidik, pesantren dan lembaga keagamaan, serta komunitas peduli lingkungan.

Dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut, sebanyak 15 peserta terlibat, terdiri atas 10 perwakilan BUMN dan lima Digital Rangers BSI.

Melalui kegiatan tersebut, BSI berupaya mendukung pemulihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi yang selaras dengan kelestarian lingkungan.[]