23 Penerima Beasiswa BMA-ITC Aceh Kini Bekerja di Industri Perhotelan Malaysia

23 Penerima Beasiswa BMA-ITC Aceh Kini Bekerja di Industri Perhotelan Malaysia

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Program beasiswa pendidikan vokasi perhotelan yang digagas Baitul Mal Aceh (BMA) bersama International Tourism College (ITC) Aceh mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 23 penerima beasiswa kini telah bekerja di sejumlah hotel dan restoran di Malaysia, sekaligus melanjutkan pendidikan di negara tersebut.

Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, mengatakan capaian tersebut disampaikan dalam laporan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan sekaligus evaluasi dan pembahasan keberlanjutan kerja sama antara BMA dan ITC Aceh, Kamis (13/8/2026).

Nasir mengatakan, pada periode ketiga 2025–2026, sebanyak 39 mahasiswa menjadi penerima manfaat program beasiswa BMA. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan pada periode pertama 2021–2022 dengan 17 penerima dan periode kedua 2023–2024 dengan 19 penerima.

Menurut Nasir, program tersebut dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan serta mampu bersaing di dunia kerja, termasuk di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka,” katanya.

Saat ini, sebanyak 23 penerima manfaat telah bekerja di sejumlah hotel dan restoran di Malaysia. Di antaranya Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, Ruma Hotel Kuala Lumpur, JP&CO Sunway Pyramid, Putrajaya, Restaurant Muffin Seremban, dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Dalam pertemuan tersebut, BMA dan ITC Aceh juga mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, termasuk membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa untuk periode mendatang agar bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Nasir mengatakan, penerima manfaat pada periode berikutnya dapat diprioritaskan bagi anak dari keluarga korban konflik, anak yang terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan pendidikan.

“Pihak ITC dan para penerima manfaat juga menyampaikan terima kasih kepada BMA yang selama ini mendukung kebutuhan pendidikan mereka,” ujarnya.

Ketua Badan BMA, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf atau Abon Yunus, mengapresiasi capaian para penerima beasiswa yang kini telah bekerja dan memperoleh penghasilan di Malaysia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa zakat dan infak yang dikelola BMA tidak hanya membantu penerima manfaat memperoleh pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat anak-anak yang dahulu mendapatkan beasiswa dari Baitul Mal Aceh kini sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan. Ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka,” ujar Abon Yunus.

Ia berharap para penerima beasiswa yang telah berhasil dapat terus berprestasi sekaligus menjaga nama baik Aceh di luar negeri. Mereka juga diharapkan dapat kembali berbagi kepada masyarakat melalui zakat, infak, maupun sedekah sesuai dengan kemampuan.

“Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya,” pungkas Abon Yunus.[]