Mediasatunews.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya keamanan pangan di masyarakat melalui kegiatan Pengawalan Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BBPOM Aceh tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program keamanan pangan pada desa dan pasar yang sebelumnya telah mendapatkan intervensi. Kegiatan itu diikuti 30 peserta dari berbagai unsur yang berperan dalam pengawasan dan pembinaan keamanan pangan di masyarakat.
Kegiatan dibuka Kepala BBPOM Aceh Riyanto yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani. Dalam sambutannya, Marina menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan program keamanan pangan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat gampong.
“Keamanan pangan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab BBPOM atau pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dan peran aktif masyarakat agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengawalan ini, kami berharap budaya pangan aman benar-benar tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ujar Marina.
Menurut Marina, keberlanjutan program diperlukan untuk memastikan intervensi keamanan pangan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak jangka panjang. Karena itu, kegiatan pemantauan, evaluasi, edukasi, dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin mandiri dalam mengenali dan mencegah pangan yang berisiko terhadap kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) dan Desa Pangan Aman. Materi juga mencakup keamanan pangan, ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya, serta penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengawalan desa serta pasar pangan aman, kemudian diakhiri dengan diskusi bersama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengapresiasi upaya BBPOM Aceh dalam melakukan pengawalan dan pendampingan keamanan pangan hingga tingkat gampong.
“Kami mengapresiasi komitmen BBPOM Aceh dalam terus mendampingi masyarakat dan pemerintah gampong. Edukasi serta pengawalan seperti ini sangat penting agar keamanan pangan tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dan budaya di tengah masyarakat,” ungkap Ritasari.
Apresiasi juga disampaikan Keuchik Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, M. Nasirullah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan perangkat gampong menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan desa.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari BBPOM Aceh. Kehadiran program ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, terutama kader dan pelaku usaha, agar lebih peduli dalam memilih, mengolah, dan menyediakan pangan yang aman,” ujar M. Nasirullah.
Kegiatan pengawalan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengevaluasi keberlanjutan program di desa dan pasar yang telah mendapatkan intervensi sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan praktik keamanan pangan telah diterapkan serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Melalui kolaborasi antara BBPOM Aceh, pemerintah daerah, pemerintah gampong, pengelola pasar, kader, dan masyarakat, diharapkan ekosistem pangan aman dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.
BBPOM Aceh berkomitmen melanjutkan edukasi, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih serta mengolah pangan yang aman sekaligus menciptakan lingkungan desa dan pasar yang terlindungi dari pangan berisiko terhadap kesehatan.[]






