Mediasatunews.com | Pidie Jaya – Pemerintah Aceh melalui Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Aceh kembali melaksanakan Program Saweu Sikula melalui kegiatan Kajian Perempuan dan Anak di SMAN 1 Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan psikolog Nucke Yulandari, sebagai narasumber. Kajian diikuti oleh para siswa dan dewan guru SMAN 1 Pante Raja dalam suasana yang tertib, khidmat, dan penuh antusiasme.
Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pidie Jaya yang diwakili Faisal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting dalam memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya terkait isu perempuan dan anak.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa untuk menambah wawasan serta memperkuat karakter dan pemahaman mereka dalam menghadapi berbagai tantangan sosial saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pante Raja, Muhammad Salim, menyampaikan terima kasih kepada Biro Keistimewaan Aceh dan Kesra Setda Aceh yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para siswa, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga etika, kesehatan mental, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesra Setda Aceh, yang diwakili Kepala Bagian Kesra Nonpelayanan Dasar, Mukhsin Rizal, S.Hum, mengatakan Program Saweu Sikula merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh menghadirkan edukasi langsung ke sekolah-sekolah melalui penguatan dukungan psikososial bagi peserta didik, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
“Program ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bagi siswa dan guru agar lebih memahami isu perempuan dan anak secara komprehensif,” katanya.
Selain itu, Mukhsin mengajak para siswa untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba serta memanfaatkan media sosial secara bijak dan positif.
Dalam materinya, Nucke Yulandari mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun komunikasi yang sehat, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan tanggapan hingga acara berakhir.[]
