Mediasatunews.com | Banda Aceh – Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, mengimbau nelayan di seluruh Aceh untuk tidak melaut pada Senin (17/8/2026) sejak pagi hingga sore hari. Imbauan tersebut disampaikan dalam rangka menghormati peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Azwir, larangan melaut pada hari-hari tertentu merupakan bagian dari adat istiadat masyarakat hukum adat laot yang telah disepakati dan dijalankan secara turun-temurun di sejumlah lhok di Aceh.
“Kita manfaatkan momentum peringatan Hari Damai dan Kemerdekaan untuk introspeksi, zikir, dan doa,” ujar Azwir Nazar, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fungsi Panglima Laot adalah menjaga dan melestarikan adat istiadat laot, termasuk pantangan melaut pada hari-hari tertentu, seperti Idulfitri, Iduladha, peringatan tsunami, dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena itu, Panglima Laot Aceh juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, memperbanyak zikir dan doa di wilayah masing-masing.
Nelayan Diminta Saling Menjaga
Menanggapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini, Azwir mengajak para nelayan untuk saling menjaga dan memperkuat persaudaraan.
“Bagaimanapun, perdamaian adalah anugerah dari Allah SWT. Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya,” katanya.
Dalam momentum peringatan perdamaian dan kemerdekaan, ia juga berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh terus memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya nelayan yang menghadapi tekanan ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia menyebut masih terdapat kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, mulai dari tempat tinggal, kerusakan kuala, tambak ikan dan udang, hingga fasilitas pendukung aktivitas nelayan.
Azwir menilai perdamaian harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya menjadi simbol berakhirnya konflik.
“Damai ini kita berharap dapat menyejahterakan rakyat, bukan sebaliknya membuat rakyat lebih menderita karena ketidakadilan, korupsi, dan nepotisme keluarga pejabat,” ujar tokoh yang disebut sebagai Tgk Turki tersebut.
Ia berharap momentum peringatan perdamaian dan kemerdekaan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat serta memastikan hasil pembangunan dan perdamaian benar-benar dirasakan rakyat.
“Perdamaian harus membawa kesejahteraan bagi rakyat,” pungkasnya.[]
