Jamaluddin Idham Tinjau Irigasi Beutong, Perkuat Produktivitas Pertanian Aceh

Jamaluddin Idham Tinjau Irigasi Beutong, Perkuat Produktivitas Pertanian Aceh

Mediasatunews.com | NAGAN RAYA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, meninjau langsung pembangunan jaringan irigasi tersier di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pengairan yang diperjuangkannya berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

Dalam peninjauan itu, Jamaluddin mengecek sejumlah jaringan irigasi yang telah rampung dibangun maupun yang masih dalam proses pengerjaan. Ia juga berdialog dengan kelompok tani dan pengelola irigasi guna menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Menurut Jamaluddin, yang juga anggota Komisi IV DPR RI, keberadaan jaringan irigasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air untuk lahan pertanian.

“Saya ingin memastikan program yang diperjuangkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Irigasi merupakan kebutuhan dasar petani, sehingga keberadaannya harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya, Selasa (25/6/2026).

Politikus PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh tersebut menegaskan bahwa pembangunan irigasi tersier merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi sektor pertanian di Aceh.

Menurutnya, dukungan infrastruktur pengairan yang baik akan membantu petani meningkatkan intensitas tanam sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.

Program pembangunan jaringan irigasi tersier yang ditinjau tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program yang diperjuangkan Jamaluddin itu telah menjangkau berbagai daerah di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Jaya, serta sejumlah kabupaten lainnya.

Pada tahap pertama tahun 2026, program P3-TGAI mencakup pembangunan di 60 titik. Sementara pada tahap kedua, cakupannya diperluas menjadi 100 titik yang tersebar di berbagai wilayah Aceh. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan petani dan kondisi daerah.

Jamaluddin menilai pembangunan irigasi tersier tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Melalui P3-TGAI, kita ingin memastikan petani memiliki akses air yang memadai untuk mengelola lahan mereka. Program ini akan terus kita perjuangkan agar semakin banyak daerah pertanian yang mendapatkan manfaat dan mampu meningkatkan produksi pangan,” katanya.

Kehadiran Jamaluddin di lokasi peninjauan mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kelompok tani setempat. Mereka mengaku merasakan manfaat jaringan irigasi yang mampu memperlancar distribusi air ke areal persawahan serta berharap program serupa terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jamaluddin dalam mengawal pembangunan sektor pertanian di Aceh. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan, dan kehutanan, ia menegaskan akan terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Aceh.

Penulis: PutraEditor: Redaksi