Mediasatunews.com | Meulaboh – Yayasan Bantuan Hukum Anak Petuah Mandiri (YBHA-PM) bekerja sama dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPK PT) Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat, menggelar seminar perlindungan perempuan dan anak di kampus setempat, Kamis (2/10/2025).
Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor III, H. Ibrahim Laweung, M.Sc, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus membuka acara secara resmi. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat peran mahasiswa dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten I, Ifan Murdani, S.STP, M.Sc, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam isu perlindungan perempuan dan anak.
“Kerja-kerja perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri, tapi membutuhkan sinergi semua pihak. Kami juga berharap adik-adik mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga menjadi pelopor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, YBHA-PM juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Teuku Umar sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan isu perlindungan perempuan dan anak di lingkungan kampus.
Direktur YBHA-PM, Rudy Bastian, S.H., mengatakan dunia kampus cukup rentan terhadap terjadinya kekerasan. Karena itu, mahasiswa harus mengambil peran aktif dalam isu perlindungan perempuan dan anak.
“Mahasiswa jangan hanya memandang isu ini sebagai wacana, tetapi harus benar-benar hadir sebagai agen perubahan. Lingkungan kampus harus menjadi ruang aman bagi semua, terutama bagi perempuan dan anak,” ungkapnya.
