DSI Banda Aceh: Penerapan Syariat Islam Butuh Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat

DSI Banda Aceh: Penerapan Syariat Islam Butuh Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh mengajak pemerintah, ulama, dan masyarakat memperkuat kerja sama dalam penerapan Syariat Islam. Sinergi seluruh elemen dinilai penting agar pelaksanaan syariat tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga pembinaan dan pendidikan masyarakat.

Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah, mengatakan penerapan Syariat Islam membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.

“Syariat Islam membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, ulama tidak bisa berjalan sendiri, masyarakat juga tidak bisa dibiarkan sendiri. Semua harus bergerak bersama,” ujar Alimsyah.

Menurutnya, penerapan Syariat Islam harus dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, yang kemudian diperkuat melalui pendidikan di sekolah serta keteladanan di lingkungan masyarakat dan tempat kerja.

“Kalau di rumah sudah kuat agamanya, di sekolah kuat pembinaannya, di kantor kuat keteladanannya, insyaallah syariat ini akan berjalan dengan sendirinya tanpa harus selalu diawasi,” katanya.

Alimsyah juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam pelaksanaan Syariat Islam serta penegakan qanun Aceh. Ulama berperan memberikan arahan dan pembinaan keagamaan, sedangkan pemerintah bertanggung jawab memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat.

“Ulama dan umara harus satu arah. Ulama membina umat dengan ilmu, umara melayani umat dengan kebijakan. Kalau keduanya kompak, syariat akan terasa manfaatnya, bukan terasa bebannya,” ujarnya.

Selain pemerintah dan ulama, masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai syariat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga perilaku, berkata jujur, menepati janji, serta membangun kepedulian dan semangat tolong-menolong di lingkungan masing-masing.

Ia menambahkan, upaya pencegahan pelanggaran syariat perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Penegakan aturan harus diimbangi dengan pembinaan agar masyarakat memahami dan menjalankan Syariat Islam atas dasar kesadaran.

“Menegakkan syariat adalah tanggung jawab kita semua, bukan semata-mata tugas Wilayatul Hisbah. Dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga tempat kita bekerja. Bersama kita wujudkan Banda Aceh yang beriman, berakhlak, dan berkeadilan,” tutupnya.

DSI Kota Banda Aceh berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat penerapan Syariat Islam serta mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang religius dan berlandaskan nilai-nilai Islam.[]