Santri MA RIAB Raih Gold Award di International Science and Invention Fair 2026

Santri MA RIAB Raih Gold Award di International Science and Invention Fair 2026

Mediasatunews.com | Jakarta – Santri Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim riset muda madrasah tersebut meraih Gold Award dalam ajang International Science and Invention Fair (SIF) 2026 yang berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, pada 12–18 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui riset dan inovasi berupa bubur bayi instan yang dirancang sebagai makanan bergizi dalam kondisi bencana dan darurat.

Dalam kompetisi itu, tim RIAB mempresentasikan penelitian berjudul “JACOO: An Instant Emergency Infant Cereal Made from Jackfruit Seeds, Carrots, and Potatoes as a Zero Waste Solution for Disaster Relief.”

JACOO merupakan inovasi bubur bayi instan berbahan dasar biji nangka, wortel, dan kentang. Produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif makanan bayi yang praktis, bergizi, tahan lama, dan ekonomis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam situasi darurat.

Biji nangka dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dan protein, wortel sebagai sumber vitamin A, serta kentang sebagai sumber karbohidrat dan energi. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di Indonesia.

Tim peneliti muda RIAB menjelaskan bahwa riset ini terinspirasi dari berbagai bencana yang kerap melanda Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Dalam kondisi tersebut, masyarakat sering kali harus mengungsi dan menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Tim peneliti terdiri atas Athaillah Al Ghazali Chandra, Yassir Ahaly, Najmi Azizi Zulvi, Adam Zhafif Assaifi, Muhammad Hafidz Filastin, dan Adha Najwan Khansa.

Keenam santri tersebut mempresentasikan hasil riset dan inovasi mereka di hadapan dewan juri serta bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Setelah melalui tahapan seleksi, pengujian, dan penilaian, karya mereka berhasil meraih penghargaan Gold Award.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan Azzahra Putri Islami, dan Nurmasyithah, serta dukungan seluruh sivitas akademika RIAB dan orang tua santri.

Direktur MA RIAB, Riadhi, bersama keluarga besar RIAB menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menambah catatan prestasi RIAB di tingkat internasional.

Ia berharap capaian tersebut dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.

Prestasi ini juga menunjukkan bahwa lingkungan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.[]