Dosen USK Kenalkan Ekonomi Islam dan STEM kepada Anak Usia Dini di Aceh Besar

Dosen USK Kenalkan Ekonomi Islam dan STEM kepada Anak Usia Dini di Aceh Besar

Mediasatunews.com | Jantho – Akademisi lintas disiplin dari Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan konsep ekonomi Islam dan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) kepada anak usia dini melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di TK Thiflah, Desa Labuy, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Edukasi Kewirausahaan dan Pemanfaatan Produk Berbasis Atsiri untuk Kesehatan pada Anak Usia Dini” tersebut melibatkan dosen Dewi Suryani Sentosa dari Program Studi Ekonomi Islam, Gracia Mandira dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), serta Cantika Dwi Riski dari bidang MIPA Kimia USK.

Kegiatan dirancang secara interaktif agar anak-anak dapat mengenal proses pemanfaatan sumber daya alam sekaligus memahami konsep ekonomi dan perdagangan Islam melalui kegiatan bermain dan praktik langsung.

Para siswa diperkenalkan dengan storytelling mengenai perjalanan sumber daya alam, mulai dari proses penanaman, pemanenan, pengolahan, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Selanjutnya, anak-anak menyaksikan demonstrasi pembuatan medicated aromatherapy oil berbahan alami. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan STEM dengan memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menghasilkan produk dari sumber daya alam di sekitar.

Selain aspek sains, kegiatan tersebut juga memperkenalkan konsep ekonomi Islam sejak usia dini. Anak-anak dikenalkan dengan prinsip berdagang secara jujur dan beretika sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW, serta konsep sederhana mengenai larangan riba dalam transaksi keuangan.

Materi disampaikan menggunakan bahasa dan metode yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini.

Pengenalan ekonomi Islam kemudian dilanjutkan melalui kegiatan market day dengan konsep supermarket.

Lima mahasiswa USK, yakni Newa, Nadhira, Raisha, Tijani, dan Siti Humaira, turut terlibat dengan mendampingi anak-anak memahami konsep transaksi.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan uang mainan dan diajak melakukan transaksi menggunakan berbagai peralatan permainan. Melalui aktivitas itu, mereka belajar mengenal proses membeli dan menjual, menggunakan uang, memilih barang, serta berinteraksi dalam kegiatan perdagangan melalui suasana belajar yang menyenangkan.

Kepala TK Thiflah, Maria, menyambut baik kegiatan kolaboratif tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dengan kehadiran para dosen Universitas Syiah Kuala sehingga siswa PAUD mendapatkan pengalaman di bidang STEM dan ekonomi Islam sekaligus. Anak-anak sangat antusias mengikuti semua program,” ujar Maria.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dewi Suryani Sentosa, mengatakan pengenalan nilai-nilai ekonomi Islam kepada anak usia dini merupakan bagian dari upaya membangun fondasi karakter sejak dini.

“Konsep berdagang beretika ala Rasulullah dan larangan riba dengan konsep sederhana perlu diperkenalkan kepada anak-anak usia dini sebagai fondasi awal tumbuh kembang mereka,” ujar Dewi.

Kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi lintas disiplin antara bidang ekonomi Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, dan MIPA Kimia dalam menghadirkan model pembelajaran yang kontekstual.

Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung mengenai sains dan kewirausahaan yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam.

Kegiatan PKM tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun literasi ekonomi, sains, dan kewirausahaan sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya alam lokal Aceh melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.[]