626 Siswa Tampilkan Seni Budaya dalam Pentas GSMS Banda Aceh 2026

626 Siswa Tampilkan Seni Budaya dalam Pentas GSMS Banda Aceh 2026

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Pentas Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Kota Banda Aceh 2026 di Taman Budaya Aceh, Sabtu (8/11/2026).

Pentas tersebut menampilkan hasil pembelajaran seni budaya dari 626 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengikuti program GSMS. Para siswa menampilkan berbagai kesenian tradisional dan kreasi seni yang telah mereka pelajari bersama seniman dan pelatih.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, seniman, guru pendamping, hingga para peserta didik.

Menurut Illiza, GSMS merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperkuat pendidikan seni dan budaya di lingkungan sekolah sekaligus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas.

“Tujuannya jelas. Kita ingin anak-anak semakin mengenal dan mencintai seni budaya, sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya,” ujar Illiza.

Ia menjelaskan, program GSMS telah dilaksanakan sejak 2025 dengan melibatkan 40 sekolah, terdiri atas 30 SD dan 10 SMP, serta diikuti 448 siswa.

Pada 2026, program tersebut diperluas menjadi 51 sekolah dengan jumlah peserta 626 siswa. Mereka mendapatkan pembelajaran seni secara langsung dari 26 seniman dan pelatih melalui 20 kali pertemuan di setiap sekolah.

Illiza berharap pembelajaran seni budaya tidak hanya berhenti pada kemampuan siswa menampilkan karya, tetapi juga mampu menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Adapun kesenian yang ditampilkan dalam pentas tersebut antara lain Tari Ranup Lampuan, Ratoh Jaroe, Likok Pulo, Rapa’i Geleng, Rateb Meuseukat, baca puisi, pantomim, dan hikayat.

Ia juga mendorong sekolah agar melanjutkan pembelajaran seni budaya melalui regenerasi. Siswa yang telah mengikuti program GSMS diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada teman-teman lain sehingga kesenian daerah tetap dikenal dan dilestarikan.

“Tidak semua anak harus menjadi seniman. Namun, setiap anak perlu memiliki keberanian untuk berekspresi, kreativitas untuk berkarya, dan rasa bangga terhadap budaya daerahnya,” tutup Illiza.[]