Teliti Ketangguhan Warga Gayo Lues Hadapi Banjir, Santriwati RIAB Borong Dua Penghargaan Nasional

Teliti Ketangguhan Warga Gayo Lues Hadapi Banjir, Santriwati RIAB Borong Dua Penghargaan Nasional

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Santriwati Madrasah Aliyah (MA) Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Wan Rihadatul ‘Aisy, meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026.

Ia berhasil memperoleh medali emas (Gold Medal) dan penghargaan Poster Terbaik (Best Poster) pada bidang Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan (SE) – ISHK.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh Abak Academy bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) pada 20–22 Oktober 2026 di Yogyakarta.

Prestasi Wan Rihadatul ‘Aisy semakin bermakna karena penghargaan yang diraihnya disebut telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Keberhasilan tersebut diraih setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari penilaian proposal, telaah dokumen penelitian, hingga penilaian naskah riset bersama ratusan karya peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Wan Rihadatul ‘Aisy mengangkat penelitian humaniora tentang resiliensi sosial masyarakat di kawasan rawan banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Penelitian itu mengkaji ketangguhan dan strategi adaptasi masyarakat Gayo Lues dalam menghadapi ancaman banjir berulang dari perspektif sosial dan budaya. Kekuatan metodologi, analisis data lapangan, serta penyajian informasi melalui poster yang komunikatif menjadi bagian dari penelitian yang dipresentasikannya.

Kompetisi tersebut melibatkan dewan juri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Koordinator Riset dan Pengembangan Teknologi MA RIAB sekaligus guru pembimbing, Nurmasyithah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai proses penelitian tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter, daya juang, kejujuran intelektual, dan kepedulian sosial.

“Alhamdulillah, capaian ini bukan sekadar tentang selembar sertifikat juara. Pengakuan resmi yang terkurasi oleh Puspresnas ini merupakan buah dari proses panjang yang mengasah daya juang, kejujuran berpikir, empati sosial, dan kerendahan hati dalam menuntut ilmu,” ujar Nurmasyithah, Sabtu (24/10/2026).

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi santri lainnya, khususnya kelas X dan XI, untuk mulai meneliti, berani keluar dari zona nyaman, dan mengembangkan potensi diri agar mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Kepala MA RIAB, Riadhi. Ia menyebut prestasi tersebut menjadi bukti bahwa santri madrasah memiliki potensi untuk bersaing dalam bidang penelitian di tingkat nasional.

“Torehan medali emas dan penghargaan Poster Terbaik pada ajang berstandar nasional yang melibatkan UGM dan BRIN serta disebut telah terkurasi oleh Puspresnas ini menegaskan bahwa kematangan karakter dan ketajaman berpikir santri madrasah mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Riadhi.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat mendorong seluruh santri RIAB untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Riadhi juga menyebut berbagai prestasi santri RIAB sepanjang 2026 menjadi kebanggaan bagi madrasah, terlebih dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Prestasi Wan Rihadatul ‘Aisy ini semakin memperkuat upaya MA Ruhul Islam Anak Bangsa dalam mengembangkan budaya riset dan membina santri yang berkarakter, berprestasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.[]