Banda Aceh – Pangdam IM dan Kapolda Aceh mendukung penuh langkah Dinas Pendidikan Aceh yang saat ini sedang melaksanakan percepatan vaksinasi kepada anak usia sekolah.
Dukungan ini disampaikan Pangdam dan Kapolda Aceh saat bersama Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT pada pelaksanaan vaksinasi dan Bakti Sosial Nusantara di Stasiun TVRI, Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (21/9/2021).
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki secara khusus meminta awak media untuk mengampanyekan pentingnya vaksinasi Covid-19.
“Selama ini hampir 70 persen angka kematian akibat Covid adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun. Untuk itu juga perlu langkah percepatan vaksinasi bagi lansia di Aceh yang saat ini realisasinya masih sangat rendah. Kerja keras dan strategi yang kita terapkan tentu tak akan tercapai tanpa bantuan media,” kata Mayjen Achmad Marzuki seperti dikutip mediasatu di laman resmi Humas dan Protokol Aceh.
Turut hadir Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali dan Kepala BPBA Ilyas dan alumni Akabri 98 yang juga melakukan konferensi pers dengan Kapolri dan Panglima TNI.
Dalam acara ini, Kapolda dan Pangdam IM turut menyampaikan respon positif pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Drs. Alhudri MM, yang tegas terhadap percepatan vaksinasi bagi anak usia sekolah.
Upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Aceh menurut Kapolda Aceh dan Pangdam IM adalah ungkapan kasih sayang Kadisdik Aceh bagi warga sekolah agar terjadi peningkatan imunitas dan herd immunity di lingkungan sekolah dan khususnya di Provinsi Aceh.
“Apa yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Aceh patut diapresiasi. Karenanya, bagi kepala sekolah yang tidak mampu mengendalikan vaksinasi di sekolahnya harus di evaluasi,” kata Irjen Ahmad Haydar yang diamini oleh Mayjen TNI Achmad Marzuki.
Ketegasan Kadisdik Aceh dinilainya untuk keselamatan banyak orang, menurut Kapolda, hal ini adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin dan merupakan hukum tertinggi. Karena hal ini sesuai kata pepatah hukum “Salus Populi Suprema Lex Esto,”
Siap bersinergi
Sementara itu, Gubernur Aceh menyampaikan penanganan covid-19 di Aceh sudah sejalan dengan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Aceh siap bersinergi bersama TNI dan Polri untuk percepatan vaksinasi di bumi Serambi Mekkah.
Gubernur Nova juga mengharapkan kontribusi berupa bantuan dari ulama Aceh untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak ragu menerima vaksinasi. Kata Nova, vaksinasi adalah ikhtiar bersama agar dapat keluar dari situasi pandemic covid-19.
“Vaksinasi adalah ikhtiar nyata untuk menyukseskan program vaksinasi yang kita cintai ini,” sebut Gubernur Aceh seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, sore kemarin.
Sebelumnya diberitakan, Kadisdik Aceh Drs. Alhudri MM mengultimatum kepala SMA/SMK dan SLB agar segera menyelesaikan vaksinasi siswa sebelum 30 september mendatang.
Alhudri meminta kepada Kepala Sekolah yang tak mampu menyukseskan vaksinasi siswa sebelum batas waktu tersebut agar legowo mengundurkan diri.
Hal ini disampaikan oleh Kadisdik Aceh saat mendampingi Sekda Aceh dr Taqwallah MKes, dalam pertemuan dengan Kepala SMA/SMK dan SLB di SMK Negeri 2 Blangkejeren, Gayo Lues, pada Minggu (19/9/2021).
“Ini saya tegaskan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB. Jika tidak mampu, saya persilakan mundur saja,” tegas Alhudri.
Kadisdik Aceh menuturkan, vaksinasi adalah persoalan serius. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus berkunjung ke Aceh hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi.
Karena itu, Alhduri menekankan kepada kepala sekolah, terutama wali kelas, untuk melakukan berbagai upaya agar siswa bersedia divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.
