Mediasatunews.com | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem melakukan reposisi dan penyegaran struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi dan konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2029.
Berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai NasDem tertanggal 15 September 2026, Yunardi Natsir ditetapkan sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Aceh, menggantikan Heri Julius. Sementara itu, Muhammad Furqan Firmandez ditetapkan sebagai Bendahara DPW Partai NasDem Aceh.
Reposisi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran struktur organisasi, penguatan konsolidasi kader, serta peningkatan efektivitas kerja partai di tingkat daerah.
Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading, mengatakan reposisi tersebut menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari DPW hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).
“Ini adalah bagian dari penyegaran dan penguatan struktur. NasDem Aceh harus lebih solid, lebih cepat, dan lebih dekat dengan rakyat. Kita butuh kerja-kerja politik yang nyata dalam membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Irsan mengatakan masuknya Yunardi Natsir sebagai sekretaris dan Muhammad Furqan Firmandez sebagai bendahara, bersama sejumlah kader lainnya, diharapkan dapat memperkuat kerja organisasi.
“Dengan bergabungnya Drs. Yunardi Natsir, sebagai sekretaris dan Muhammad Furqan Firmandez, sebagai bendahara, serta beberapa kader muda lainnya, kami optimistis mesin partai akan bekerja lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OK) DPW Partai NasDem Aceh, Ir. Nurchalis, mengatakan terdapat sejumlah fokus organisasi setelah reposisi struktur.
Pertama, restrukturisasi dan penguatan struktur Partai NasDem di seluruh Aceh, termasuk penataan dan penguatan struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), dan DPRt di 23 kabupaten/kota.
Kedua, penguatan organisasi sayap partai dengan memaksimalkan peran Garda Pemuda NasDem, Garnita Malahayati, Gerakan Massa Buruh (Garpu), Petani NasDem, serta organisasi sayap lainnya.
Ketiga, penguatan kerja elektoral melalui pemetaan wilayah serta rekrutmen kader potensial dan kader yang dinilai memiliki komitmen terhadap organisasi.
Keempat, penguatan politik gagasan melalui perluasan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemuda.
DPW Partai NasDem Aceh menyatakan akan melanjutkan agenda konsolidasi organisasi dan program partai di seluruh Aceh. Partai tersebut juga menegaskan komitmennya terhadap garis politik “Restorasi Indonesia” serta pelaksanaan program yang ditujukan untuk masyarakat Aceh.[]
