Lhokseumawe – Mahasiswa Universitas Malikussaleh menggelar aksi demo di depan gedung Rektorat, Kampus Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Selasa, (31/8/2021).
Aksi demo ini dipicu oleh simpang siurnya sistem informasi yang diberikan birokrasi Unimal yang dinilai tidak jelas dan tidak sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan.
Para mahasiswa berjalan sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan kritikan kepada birokrasi Universitas Malikussaleh.
Mereka menuntut Rektor Unimal untuk menjumpai mereka sambil menunggu di depan gedung Rektorat.
Klimaknya, kecewa akibat Rektor tidak menjumpai mereka, mahasiswa mendobrak dan menguasai gedung rektorat.
Presiden mahasiswa Unimal Ariski RM mengatakan, aksi yang mereka lakukan untuk meminta kejelasan terkait Surat Edaran. Pasalnya, pada 24 Agustus 2021 lalu mereka mendapatkan pengumuman bahwa akan ada pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru atau PKKMB yang akan dilaksanakan 30 Agustus 2021 secara luring.
Namun tiba-tiba dibatalkan melalui imbauan Rektor akibat adanya PPKM level 4 di Kota Lhokseumawe. Pangkal masalahnya karena banyak mahasiswa baru yang dari luar daerah sudah berada di Lhokseumawe maupun Aceh Utara untuk mengikuti PPKMB secara luar jaringan (luring).
“Ini merupakan hari kedua, yang mana hari pertama kami sudah menunggu Bapak Rektor. Kami ingin Pak Rektor untuk menemui kami dan menjelaskan sistem birokrasi yang tidak jelas, kami disini hanya ingin kejelasan,“ Kata Ariski RM, Presiden Mahasiswa Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe.
Aksi demo ini akan terus dilakukan oleh mahasiswa hingga Rektor Unimal Herman Fitra datang untuk menjumpai mereka terkait sistem informasi birokrasi unimal yang dinilai tidak jelas.
