Mediasatunews.com | Banda Aceh – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, meminta mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Permintaan tersebut disampaikan Ramza menyusul beredarnya video berisi pernyataan Tiyo Ardianto yang menjadi perbincangan di media sosial. Menurutnya, pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan di kalangan kader Partai Gerindra.
Ramza menilai kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan secara objektif dan tidak mengarah pada penghinaan terhadap pribadi kepala negara.
“Tuntutan permintaan maaf ini disampaikan karena yang bersangkutan dinilai telah melampaui batas kritik yang objektif dan masuk ke ranah penghinaan personal terhadap kepala negara,” kata Ramza, Senin (15/6/2026).
Ia menyebut, sebagai seorang akademisi, Tiyo semestinya mengedepankan argumentasi yang berbasis data dan fakta dalam menyampaikan pandangan maupun kritik kepada pemerintah.
Menurut Ramza, penggunaan kata-kata yang dinilai menyerang kehormatan pribadi Presiden berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk kader Partai Gerindra.
Selain meminta permintaan maaf, Ramza juga mendorong aparat kepolisian, khususnya tim siber, untuk menindaklanjuti laporan atau temuan terkait konten yang dianggap melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
“Kritik terhadap pemerintah itu boleh saja, tetapi harus ada batas antara kritik yang membangun dan penghinaan terhadap kepala negara. Penggunaan kata-kata kasar sama sekali tidak mencerminkan budaya bangsa Indonesia yang santun,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Banda Aceh itu berharap polemik tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena dinilai dapat berdampak pada wibawa bangsa.
“Dalam kondisi sulit seperti sekarang, kita semua harus bersatu dan tidak saling menjatuhkan. Presiden Prabowo sedang berupaya mempertahankan perekonomian negara. Persoalan ekonomi yang sedang bergejolak saat ini bukan semata-mata akibat kesalahan beliau, tetapi juga dipengaruhi situasi geopolitik dan konflik di Timur Tengah yang berdampak ke berbagai negara,” katanya.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan etika serta tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, baik di ruang publik maupun media sosial.
“Saya berharap ke depan semua pihak dapat lebih mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik maupun media sosial,” tutup Ramza.[]
