Mediasatunews.com | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi di Aceh pada Mei 2026 mencapai 0,60 persen secara bulanan (month-to-month). Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama penyebab inflasi.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan inflasi tersebut ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,27 pada April 2026 menjadi 114,95 pada Mei 2026.
“Komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi bulanan antara lain tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, serta nasi dengan lauk,” ujar Agus Andria di Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Banda Aceh sebesar 0,93 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Lhokseumawe sebesar 0,03 persen.
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year), inflasi Aceh pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen. Komoditas yang paling memengaruhi inflasi tahunan meliputi beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), dan tomat.
Menurut Agus, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 6,09 persen. Adapun inflasi tahunan terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,99 persen.[]
