BBPOM Aceh Latih 28 Pegawai Public Speaking untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

BBPOM Aceh Latih 28 Pegawai Public Speaking untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh membekali 28 pegawainya dengan pelatihan public speaking atau keterampilan berbicara di depan publik.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (14/10/2026) tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pegawai dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BBPOM Aceh untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam menyampaikan informasi, memberikan konsultasi, menangani pengaduan, serta mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha terkait obat dan makanan.

Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani, mengatakan keterampilan komunikasi merupakan kompetensi penting bagi setiap pegawai dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan.

“Sebagai pengawas obat dan makanan, kita setiap hari berhadapan dengan masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan. Kita menjelaskan persyaratan, menerima pengaduan, memberi informasi, dan mengedukasi. Semua itu bergantung pada kemampuan kita berkomunikasi,” ujarnya.

Menurut Marina, keterampilan berbicara di depan publik tidak hanya dibutuhkan oleh petugas layanan langsung (front office) atau pegawai yang bertugas di Mal Pelayanan Publik, tetapi juga seluruh pegawai BBPOM Aceh.

Kemampuan tersebut diperlukan dalam berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi, menjadi narasumber, memimpin rapat, hingga mewakili institusi dalam forum lintas sektor. Dengan komunikasi yang efektif, informasi diharapkan lebih mudah dipahami dan pesan edukasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Marina juga menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kualitas pelayanan publik. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2026, BBPOM Aceh memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 100,00 dengan mutu pelayanan A atau kategori sangat baik.

“Nilai yang baik bukanlah titik akhir. Justru tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkannya,” kata Marina.

Pelatihan tersebut menghadirkan Suhil Alfata sebagai narasumber. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik langsung, serta pemberian umpan balik untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan komunikasi.

Peserta juga mengikuti tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengevaluasi pemahaman mereka selama pelatihan. Melalui kegiatan tersebut, pegawai diharapkan mampu menyusun pesan secara sistematis, menyampaikan informasi dengan runtut, serta berbicara di depan publik dengan lebih percaya diri.

BBPOM Aceh berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan pegawai dalam menyampaikan informasi secara jelas, ramah, dan profesional. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia tersebut juga diharapkan mendukung kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.[]