Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke Tiongkok Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi

Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke Tiongkok Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan beasiswa kepada empat pelajar Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi global dan mampu mendukung pembangunan daerah.

“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan daerah,” ujar Fadhlullah, Senin (20/7/2026).

Empat pelajar penerima beasiswa tersebut ialah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.

Sebelum berangkat ke Tiongkok, keempat pelajar akan mengikuti pelatihan intensif bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah. Pelatihan itu menjadi bekal sebelum mereka memulai perkuliahan pada September 2026.

Menurut Fadhlullah, Aceh membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik dan keterampilan global agar mampu berperan dalam pengembangan industri dan hilirisasi sumber daya alam.

“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah,” katanya.

Keberangkatan para penerima beasiswa dilepas oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (19/7/2026).

Marthunis berpesan agar para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia, serta kembali ke tanah air dengan membawa ilmu dan pengalaman untuk mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Aceh berharap program beasiswa tersebut dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berwawasan global, dan mampu menjadi penggerak pembangunan, khususnya dalam mendukung pengembangan industri dan hilirisasi sumber daya alam di Aceh.[]