BANDA ACEH – Jika anda berkunjung untuk berbelanja ikan ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, maka anda harus bersiap mendapat tawaran dan panggilan dari para pedagang.
Hal ini tentunya akan membuat anda bingung harus mampir di lapak yang mana, karena di kiri, kanan, depan dan belakang anda para pedagang ikan ini senantiasa akan terus menegur dan menawarkan dagangan mereka kepada anda.
Mata’an, seorang pedagang ikan di Pasar Al Mahirah Lamdingin mengaku, memanggil setiap pembeli yang datang merupakan keharusan. Karena, kata dia, jika mereka hanya duduk diam menunggu pembeli datang, maka dapat dipastikan seharian dagangan mereka tidak akan laku.
“Kami memang wajib memanggil dan menawarkan bang, karena yang kami jual ini merupakan hasil laut. Jika tidak, alamat “Seumaloe” bisa berlalat (tidak laku/kiasan) kami jualan,” ujarnya, Selasa, 19 April 2022.
Dikatakan dia, selama berjualan di Pasar Al Mahirah Lamdingin, dia hanya berbelanja ikan sebanyak Rp 2 juta saja tiap harinya. Ini berbanding terbalik saat Mata’an masih berjualan di Pasar Peunayong yang saat ini sudah di gusur oleh Pemkot Banda Aceh untuk menata keindahan Kota.
“Disini sebenarnya tidak banyak pembeli yang datang, jadi saya hanya belanja ikan dua jutaan saja, kalau lebih kita takut busuk ikannya. Dulu di Peunayong saya berani belanja hingga di atas Rp 10 juta tiap hari. Tapi, apa boleh buat, hanya ini sumber penghasilan saya, ya dijalani aja karena pemerintah sudah menempatkan kami kemari,” tutup Mata’an.
