Terkait Pemberitaan Media Online, Pemkab Aceh Utara Akui Sudah Ajukan Peningkatan Jalan Seunuddon-Baktiya Barat

Terkait Pemberitaan Media Online, Pemkab Aceh Utara Akui Sudah Ajukan Peningkatan Jalan Seunuddon-Baktiya Barat
Hamdani. Kabag Humas Pemkab Aceh Utara. (Foto: For Mediasatunews.com)

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online mengenai aksi warga tiga Gampong di Kecamatan Seunuddon yang menanam pohon dan memancing di kubangan jalan rusak.

Ketiga Desa tersebut meliputi Gampong Meunasah Sagoe, Gampong Matang Puntong, Tanjong Geuleumpang di Kecamatan Seunuddon dan Gampong Meunasah Pante di Kecamatan Baktiya Barat.

Masyarakat setempat diduga melakukan aksi protes ke Pemkab Aceh Utara karena menurut asumsi mereka pemerintah tidak kunjung memperbaiki jalanan di Gampong mereka.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara Hamdani mengatakan, seharusnya media tersebut sebelum memuat berita harus terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada Pemkab Aceh Utara.

Selain itu, lanjutnya, untuk peningkatan jalan tersebut sudah pernah dilakukan pengajuan ke Pemerintah Aceh namun saat ini belum tertampung. Kemudian, Camat Seunuddon juga masih baru bertugas di Kecamatan setempat.

“Camat masih baru, jadi beliau harus turun mengecek terlebih dahulu ke lapangan. Nanti akan ditelusuri lagi permohonan peningkatan jalan yang menghubungkan Seunuddon dengan Baktiya Barat sebelum beliau bertugas di Kecamatan tersebut,” kata Hamdani, Senin, 21 Maret 2022.

Dikatakan Hamdani, Bupati Aceh Utara juga sudah melakukan langkah-langkah untuk membantu peningkatan jalan di Kabupaten itu. Salah satunya dengan meminta perusahaan yang beroperasi di Aceh Utara untuk menyalurkan CSR mereka secara tepat sasaran dan tepat guna.

“Kalau perusahaan swasta di Aceh Utara kerjanya hanya bagi-bagi sarung setiap akhir tahun. Pembangunan di Kecamatan mutlak kita bangun dengan APBK dan APBA,” ucapnya.

“Kami (Pemkab Aceh Utara) tidak hanya terpaku pada anggaran rutin Kabupaten dan Pemerintah Aceh. Pak Bupati juga sudah meminta Perusahaan untuk menyalurkan CSR mereka, contohnya untuk membantu peningkatan badan jalan. Masyarakat juga harus tau anggaran Aceh Utara sangat terbatas,” ungkap Hamdani.

Pemkab Aceh Utara, sebut Hamdani, saat ini juga sedang fokus membangun jaringan jalan jembatan dan irigasi sebagai infrastruktur pendukung untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

Dijelaskan Hamdani, jalan di Aceh Utara membentang sepanjang tiga ribu kilometer lebih. Pemerintah sudah mengusulkan untuk perbaikan jalan tersebut (di Seunuddon), namun hingga saat ini belum ada realisasi.

“Kami bukan tidak peduli, namun untuk saat ini pengajuan untuk peningkatan jalan disana belum ditampung Provinsi. Tapi, di beberapa Kecamatan lain di Aceh Utara seperti di Paya Bakong-Cluster IV sudah masuk proses tender. Kami berharap masyarakat disana dapat membantu doa agar pengajuan kami dapat dikabulkan oleh Pemangku Anggaran,” tutup Hamdani. (sa)

Exit mobile version