Mediasatunews.com | ACEH BARAT – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PPK) meninjau langsung kondisi pascabencana banjir bandang di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Senin (11/8/2026).
Satgas PPK dipimpin langsung Ketua Tim Aceh Satu, Laksma TNI Nouldy Jan Tanka, bersama rombongan dari Kementerian Pertanian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Rombongan turut didampingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil bersama sejumlah pejabat dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang.
Di Desa Jambak, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas publik juga terdampak, mulai dari jembatan gantung yang putus, badan jalan rusak, hingga kantor kepala desa yang hancur diterjang derasnya arus banjir.
Bencana tersebut juga menghantam fasilitas pendidikan. Tiga ruangan sekolah dilaporkan hancur dan terseret arus sungai saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut.
Selain merusak permukiman dan fasilitas publik, banjir bandang juga menghancurkan lahan pertanian masyarakat.
Sekitar 45 hektare lahan persawahan warga rusak total setelah tertimbun material batu, lumpur dan kayu yang terbawa arus banjir.
Lahan persawahan tersebut merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama warga. Kerusakan lahan membuat masyarakat kehilangan lahan produktif yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Ketua Tim Aceh Satu, Laksma TNI Nouldy Jan Tanka mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap dampak kerusakan akibat bencana di Desa Jambak.
Pendataan tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, hingga lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, pendataan menjadi bagian penting untuk menentukan kebutuhan serta skala prioritas dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Pemerintah akan melihat langsung apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat dan kerusakan yang terjadi akibat bencana. Selanjutnya akan dilakukan penanganan sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas,” ujar Laksma TNI Nouldy Jan Tanka.
Ia menambahkan, hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilakukan, terutama terhadap fasilitas yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, akses transportasi, pendidikan serta pemulihan sektor pertanian.
Bencana banjir bandang yang menerjang Desa Jambak tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat setempat.
