BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Dr M Jafar SH M. Hum menyampaikan akan terus menggelar Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) secara berkelanjutan melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh.
Hal ini disampaikan M Jafar sesaat setelah memberikan sambutan mewakili Pemerintah Aceh pada pembukaan MQK ke-II di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Rabu malam, 13 Oktober 2021.
“Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan, MQK merupakan salah satu program Pemerintah Aceh,” ujar M Jafar kepada Mediasatunews.
Jafar menjelaskan perlombaan MQK akan diselenggarakan selama dua tahun sekali, dimana pada tahun selanjutnya tidak menutup kemungkinan akan diselenggarakan di Kabupaten/Kota lainnya di Aceh.
“Untuk itu kita minta kepada Kabupaten/Kota nantinya bisa mengajukan permohonan untuk menjadi tuan rumah,” ucapnya.
Seperti halnya beberapa waktu lalu, MQK II seharusnya dilaksanakan di Kota Lhokseumawe sesuai dengan kesiapan dari pada Kota tersebut.
“Namun dalam perjalannya, tiba-tiba Kota Lhokseumawe mengundurkan diri sebagai tuan rumah lantaran ada beberapa problem yang logis, makanya acara hari ini kita selenggarakan disini dan secara sederhana,” bebernya.
Syarat menjadi tuan rumah
Kemudian Jafar juga menyebutkan tidak ada kategori yang sulit untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah, cukup dengan menyediakan tempat dan pondok-pondok untuk santri yang mengikuti perlombaan.
“Jadi artinya setiap Kabupaten/ Kota berpeluang untuk menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Kemudian dengan terselenggaranya acara tersebut, Jafar berharap agar kegiatan ini dapat menambah minat para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membaca kitab kuning serta mengupayakan agar kandungan dan isi kitab kuning benar-benar tertanam dalam pikiran dan hati para santri.
