Mediasatunews.com | Meulaboh – Bupati Aceh Barat, diwakili Sekda Aceh Barat Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, memimpin rapat intervensi peningkatan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 bersama sejumlah dinas di Aula Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Aula BPKD, Senin (7/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Kurdi didampingi Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi; Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wistha Nowar; serta Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Barat, Safrizal.
Kurdi mengatakan, seluruh rangkaian rapat intervensi atau percepatan realisasi TKD Kabupaten Aceh Barat tahun 2026 berjalan dengan lancar.
“Total paket kita ada sekitar 320 paket dengan pagu anggaran sekitar Rp68 miliar. Mudah-mudahan dengan adanya rapat hari ini ada pergerakan pada paket fisik dan sebagainya di masing-masing SKPK,” kata Kurdi.
Menurut Kurdi, secara keseluruhan realisasi fisik maupun keuangan TKD Aceh Barat tahun 2026, baik yang bersumber dari DTU, DAK, maupun DOKA, jika digabungkan telah mencapai 56 persen per 31 Agustus 2026.
Pemkab Aceh Barat selanjutnya akan mengidentifikasi paket kegiatan yang masih berstatus merah atau proses pengadaannya belum selesai, baik karena proses perencanaan masih berjalan maupun adanya review desain.
“Alhamdulillah, tadi kita dengar dalam rapat seluruh paket sudah dalam proses pengadaan,” katanya.
Kurdi menambahkan, Pemkab Aceh Barat juga akan melihat kesenjangan antara realisasi keuangan dan realisasi fisik. Jika progres fisik sudah tinggi sementara realisasi keuangan masih rendah, SKPK terkait akan didorong untuk melakukan pencairan sesuai progres pekerjaan.
Selain itu, percepatan pekerjaan di lapangan juga menjadi perhatian. SKPK diminta menambah tenaga kerja maupun menerapkan tambahan shift pekerjaan pada paket yang sedang berjalan, sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Kurdi optimistis seluruh paket TKD Aceh Barat tahun 2026 dapat diselesaikan sebelum masa penutupan anggaran pada 10 Desember 2026 mendatang.
“Nantinya juga pada minggu depan akan ada Rapim yang akan dipimpin langsung Bupati Aceh Barat,” ujar Kurdi.
Ia berharap rapat intervensi tersebut dapat mendorong percepatan realisasi, terutama pada paket-paket fisik, pengadaan, dan kegiatan lainnya di masing-masing SKPK.
