Pemerintah Aceh dan Aceh Selatan Perkuat Kolaborasi Percepatan Pemutakhiran Data SIGAP

Pemerintah Aceh dan Aceh Selatan Perkuat Kolaborasi Percepatan Pemutakhiran Data SIGAP

Mediasatunews.com | Tapaktuan – Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperkuat kolaborasi dalam percepatan pemenuhan dan pemutakhiran data pada Sistem Informasi Gampong (SIGAP) melalui Rapat Koordinasi, Monitoring, dan Sinkronisasi Penerapan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 05/Instr/2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (15/7/2026).

Rapat yang diinisiasi Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh itu dihadiri unsur Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, perguruan tinggi, para camat, perangkat daerah, operator gampong, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Selatan, serta pendamping desa. Kegiatan ini bertujuan mempercepat penginputan dan pemanfaatan data SIGAP sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir yang diwakili Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Yusrizal, mengatakan penerapan SIGAP merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data.

Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendasar dalam proses perencanaan pembangunan, penganggaran, hingga evaluasi program pemerintah.

Yusrizal menjelaskan, Instruksi Gubernur Aceh Nomor 05/Instr/2025 diterbitkan untuk mempercepat digitalisasi data gampong sekaligus memperkuat integrasi data pembangunan mulai dari tingkat gampong hingga provinsi.

“Melalui SIGAP, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi riil masyarakat, mulai dari kependudukan, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar. Data tersebut menjadi landasan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh Selatan, Erwiandi, menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dan para camat dalam mempercepat penginputan data SIGAP.

“Seluruh SKPK dan camat harus terus bersinergi agar pemenuhan data SIGAP dapat segera diselesaikan sesuai target,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Wardana, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh Hendri Dermawan, perwakilan Bappeda Aceh Farid, serta M. Nazari dari Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh (MPA).

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Nonpelayanan Dasar Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh menyampaikan bahwa data yang terstandar dan terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, komitmen pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, hingga aparatur gampong dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi SIGAP.

Penguatan SIGAP juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah yang menempatkan reformasi birokrasi, transformasi digital, dan pembangunan berbasis data sebagai salah satu prioritas.

Melalui sistem data yang terintegrasi hingga tingkat gampong, Pemerintah Aceh berharap setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kondisi riil masyarakat sehingga program yang dijalankan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Implementasi SIGAP juga mendukung kebijakan Satu Data Aceh, yang bertujuan mewujudkan tata kelola data pemerintah yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta menyepakati pentingnya percepatan pemenuhan dan pemutakhiran data pada aplikasi SIGAP.

M. Nazari mengatakan keberhasilan SIGAP tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“SIGAP adalah masa depan tata kelola gampong. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 05 Tahun 2025, kami mengajak perguruan tinggi menjadi mitra strategis dalam mendampingi gampong. Ketika kampus bersinergi dengan gampong, data akan semakin berkualitas dan kebijakan pembangunan akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.[]

Exit mobile version