ParagonCorp dan ARC USK Kolaborasi Riset Potensi Nilam Aceh untuk Kosmetik

ParagonCorp dan ARC USK Kolaborasi Riset Potensi Nilam Aceh untuk Kosmetik

Mediasatunews.com | Banda Aceh – ParagonCorp memperkuat kolaborasi riset dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat ParagonCorp, 19 Agustus 2026.

Salah satu fokus awal kerja sama tersebut adalah mengeksplorasi potensi nilam Aceh, termasuk patchouli alcohol crystal yang berasal dari minyak nilam, sebagai kandidat bahan aktif alami untuk aplikasi kosmetik.

Kolaborasi tersebut mempertemukan kompetensi ARC USK dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam dengan kemampuan penelitian dan pengembangan kosmetik ParagonCorp. Melalui pendekatan lintas disiplin, kedua pihak akan mengkaji karakteristik bahan, potensi manfaat, serta peluang pengembangannya untuk kebutuhan industri kosmetik melalui proses penelitian dan validasi secara bertahap.

ParagonCorp memandang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi berbasis sains. Pengembangan inovasi dilakukan tidak hanya melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui penelitian untuk memahami potensi bahan, teknologi, serta pendekatan baru yang dapat menjawab kebutuhan industri kosmetik.

Nilam Aceh menjadi salah satu bahan alam yang akan dikaji lebih lanjut. Minyak nilam telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia. Sementara itu, pengembangan fraksi atau turunannya untuk kebutuhan yang lebih spesifik masih membuka ruang penelitian.

Dalam kerja sama tersebut, patchouli alcohol crystal menjadi salah satu objek penelitian untuk memahami karakteristik dan potensi aplikasinya sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.

Pengembangan bahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berbasis data. Penelitian mencakup kajian terhadap karakteristik bahan serta evaluasi potensi dan relevansinya dengan kebutuhan aplikasi kosmetik. Setiap peluang pengembangan akan melalui proses kajian dan validasi ilmiah sebelum ditarik kesimpulan lebih lanjut.

Deputy CEO sekaligus Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE., FINSDV., mengatakan kolaborasi riset menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi sumber daya alam dan talenta Indonesia dengan kebutuhan inovasi industri.

“Melalui kolaborasi dengan ARC USK, kami ingin mempelajari potensi nilam Aceh secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi bahan alamnya, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dipahami melalui riset dan dikaji relevansinya untuk kebutuhan beauty. Proses ini penting agar setiap peluang pengembangan dibangun berdasarkan data dan bukti ilmiah yang memadai,” ujar Sari.

Sementara itu, Kepala ARC USK Syaifullah Muhammad mengatakan ARC USK memiliki kompetensi dalam penelitian minyak atsiri dan nilam, termasuk pengembangan pengetahuan mengenai potensi bahan alam dari Aceh.

Menurutnya, kolaborasi dengan ParagonCorp memberikan ruang untuk mempertemukan kompetensi penelitian di perguruan tinggi dengan perspektif dan kebutuhan industri kosmetik.

“Nilam Aceh memiliki potensi yang dapat terus dikaji dari berbagai sisi. Kami berharap kerja sama dengan ParagonCorp dapat membuka ruang penelitian yang lebih aplikatif. Pada saat yang sama, kolaborasi ini diharapkan memperkuat pemanfaatan potensi nilam Aceh melalui pendekatan berbasis riset serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut,” kata Syaifullah.

Selain penelitian dan pengembangan potensi bahan alam, nota kesepahaman antara ParagonCorp dan ARC USK juga mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ruang lingkup tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan kegiatan yang mendukung ekosistem industri kosmetik dan pemanfaatan bahan alam Indonesia.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya ParagonCorp memperluas jejaring penelitian bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Melalui kemitraan lintas disiplin, perusahaan tersebut mendorong penguatan ekosistem sains, teknologi, talenta, dan inovasi di Indonesia.

Ke depan, ParagonCorp dan ARC USK akan melanjutkan penelitian untuk memahami potensi nilam Aceh secara lebih mendalam. Hasil penelitian akan menjadi bagian dari proses validasi bertahap untuk memastikan pengembangan bahan alam dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis bukti ilmiah.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang terciptanya inovasi baru sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.[]

Exit mobile version