Muslim Syamsuddin Mediasi Warga Aceh Utara Dengan Bappeda Aceh Terkait Pembebasan Lahan

Muslim Syamsuddin Mediasi Warga Aceh Utara Dengan Bappeda Aceh Terkait Pembebasan Lahan
Foto: Ist

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh DPRA dari dapil Aceh Utara Selasa (21/9) sore melakukan audiensi bersama masyarakat Aceh Utara dan Bappeda Aceh, di ruang rapat lantai 2 gedung tersebut.

Audiensi tersebut membicarakan masalah kelanjutan pembebasan lahan untuk aliran air dari bendungan daerah irigasi jamuan di Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara yang sudah lama rampung, namun aliran air tersebut belum dapat difungsikan ke lahan persawahan warga. Anggaran yang sudah dikucurkan pada tahun ini hanya baru mampu menyelesaikan 2 km lahan pembawa air menuju persawahan warga.

“Sejumlah tokoh dari Aceh utara ini mempertanyakan mengenai pembebasan lahan di daerah irigasi jamuan serta menanyakan tindak lanjut di tahun selanjutnya. Bangunan yang sudah selesai lebih kurang 10 tahun yang lalu supaya dapat direalisasi pembebasan anggaran untuk manfaat bagi masyarakat dan yang baru dikerjakan hanya bendungan yang berfungsi untuk menampung air,” jelas Muslim Syamsuddin, Anggota DPRA Komisi V.

Sementara itu Kepala Bappeda Aceh saat mengikuti audiensi dengan warga tersebut mengatakan, bangunan induk di daerah irigasi jamuan tersebut sudah dibangun oleh pihak balai sungai, untuk kebutuhan lahan yang akan digunakan untuk mengalirkan air dari bangunan induk akan dibahas pada anggaran tahun berikutnya.

“Untuk bangunan induk di daerah irigasi jamuan sudah dibangun oleh pihak balai, sekarang tinggal kebutuhan tanah untuk mengalirkan air. Kita akan berupaya nanti di pembahasan RKA 2022 karena RKPA Tahun 2022 sudah selesai dan itu hanya bisa dilakukan di dewan nanti,” jelas T. Ahmad Dadek, Kepala Bappeda Aceh.

Warga yang hadir pada audiensi itu mengatakan, warga disana sangat berharap agar irigasi tersebut dapat direalisasikan agar dapat mengaliri sawah-sawah mereka.

“Jika irigasi ini terealisasikan maka akan sangat membantu lebih kurang 20.000 jiwa masyarakat kita yang ada di sana dalam mengelola sawahnya,” ungkap Muksin, Ketua Tim Percepatan Daerah Irigasi Jamuan.

Exit mobile version