Muslim DPRA Soroti Amburadulnya Data Penerima Bansos di Aceh

Muslim DPRA Soroti Amburadulnya Data Penerima Bansos di Aceh
Anggota DPRA dari Parta SIRA Muslim Syamsuddin S.T M.A.P

Banda Aceh – Anggota DPRA Komisi V Muslim Syamsuddin menyoroti amburadulnya data penerima bansos di Aceh.

Hal ini diduga akibat tidak adanya update data terkini oleh Dinas Sosial sehingga membuat data penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Aceh menjadi tumpang tindih.

Amburadulnya data penerima Bansos juga sempat menjadi perhatian Menteri Sosial Tri Rismaharini pada saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh.

Anggota DPRA Muslim Syamsuddin ST., M.Ap mengatakan, saat menghadiri rapat dengan Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah terkait pembahasan draf Pergub tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Aceh (DTKS) dirinya ikut menyampaikan persoalan tumpang tindihnya penerima bansos di Aceh.

“Saya baru menghadiri rapat dengan Gubernur Aceh Pak Nova, untuk membahas draf pergub tentang DTKS. Data penerima bansos di Aceh itu tumpang tindih, ada yang mendapatkan double, ada juga yang tidak menerima sama sekali bantuan sosial, padahal dia layak untuk diberikan bansos,” kata Muslim Syamsuddin di Banda Aceh, Jumat, 10 September 2021.

Sehingga penerima bansos menjadi tidak merata, bahkan nama orang yang sudah meninggal pun tercantum dalam daftar penerima bantuan sosial. Ini merupakan salah satu bukti tidak sinkronnya data akibat tidak di update secara berkala.

Muslim berharap dengan adanya Pergub maka nantinya penerima bansos akan tepat sasaran sesuai data aktual dan terkini.

“Ini yang menjadi perhatian kita, Dinas Sosial selaku penyalur wajib untuk mengupdate data terkini. Jangan sampai orang sudah meninggal masuk ke dalam data penerima Bansos. Data yang masuk ke Pusdatin haruslah data terkini dan wajib update. Jangan asal kirim, nanti data yang dikirim 500 tapi yang mendapatkan Cuma 300, sisanya harus dikembalikan karena sudah pindah alamat atau pelbagai hal lainnya,” urai Muslim Anggota Komisi V dari Partai SIRA ini.

Muslim kemudian menyarankan agar Pemerintah Aceh untuk membentuk tim khusus yang menangani masalah data bansos agar di masa depan data penerima bansos di Aceh tidak lagi amburadul seperti saat ini.

Sementara itu, Kadis Sosial Aceh Yusrizal kepada wartawan mediasatu.id tidak membantah terkait apa yang disampaikan oleh Anggota DPRA Muslim Syamsuddin.

Kata Yusrizal, memang seharusnya data yang digunakan adalah data yang terbarukan. Namun Kadis Sosial berdalih jika sebagian data sudah terupdate namun belum sepenuhnya masuk ke sistem di pusat.

Dinas Sosial, lanjut Yusrizal akan terus melakukan perbaikan di setiap Kabupaten dan Kota untuk mencari penyebab tidak sinkronnya data penerima bansos.

“Kami sudah mengkomunikasikan ini dengan pihak Kementerian, dalam hal ini pihak pusdatin untuk meng clear kan masalah update data ini,” tandas Kadis Sosial Aceh Yusrizal di ruang kerjanya, Jumat, 10 September 2021.

Exit mobile version