Jubir Covid-19 Aceh: Tren Angka Kesembuhan Lebih Tinggi Dari Pasien Terinfeksi

Jubir Covid-19 Aceh: Tren Angka Kesembuhan Lebih Tinggi Dari Pasien Terinfeksi
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). (Foto: Ist)

Banda Aceh — Pasien penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dinyatakan sembuh, dalam waktu 24 jam terakhir, bertambah lagi sebanyak 155 orang di Aceh. Sementara kasus konfirmasi baru tertular virus corona sebanyak 42 orang, dan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia.

“Jumlah pasien yang sembuh jauh lebih banyak dari orang terinfeksi baru. Tren ini seyogyanya dapat kita jaga bersama agar kasus positif baru tidak melonjak lagi,” tutur Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa (28/9/2021).

Ia menjelaskan, 155 orang yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir tersebar dalam wilayah 16 kabupaten/kota di Aceh. Rinciannya, warga Aceh Besar sebanyak 28 orang, Aceh Tengah 25 orang, Aceh Barat 19 orang, Pidie 16 orang, Lhokseumawe 11 orang, dan warga Bireuen sebanyak 10 orang.

Kemudian warga Bener Meriah delapan orang, warga Aceh Tamiang dan Simeulue sama-sama tujuh orang. Selanjutnya warga Gayo Lues dan Aceh Barat Daya masing-masing enam orang. Lebih lanjut warga Pidie Jaya empat orang, Aceh Jaya tiga orang, warga Langsa dan Banda Aceh sama-sama dua orang. Sedangkan warga Aceh Singkil sebanyak satu orang.

Sementara itu, lanjut juru bicara yang akrab disapa SAG tersebut, kasus konfirmasi baru Covid-19 yang sebanyak 42 orang meliputi warga Banda Aceh sebanyak 16 orang, Aceh Besar 15 orang, warga Aceh Utara dan Bener Meriah sama-sama empat orang. Kemudian warga Aceh Jaya tiga orang, dan warga Lhokseumawe sebanyak dua orang.

Kemudian warga Aceh Timur, Gayo Lues, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan warga Aceh Selatan, masing-masing satu orang. Sedangkan empat kasus Covid-19 yang tercatat di Bireuen dan tiga kasus di Pidie dimutasi ke kabupaten/kota sesuai alamat domisili pasien-pasien tersebut.

“Hasil rekonsiliasi data ditemukan penderita yang berbeda tempat tinggalnya dengan status kependudukannya, dan disesuaikan Kartu Tanda Kependudukannya,” jelas SAG.

Exit mobile version