HIMMAPERSA USK Belajar Manajemen UMKM dari Bakpia A.H. Sabang

HIMMAPERSA USK Belajar Manajemen UMKM dari Bakpia A.H. Sabang

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Manajemen Perusahaan (HIMMAPERSA) Program Studi Diploma III Manajemen Perusahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), mengunjungi UMKM Bakpia A.H. Sabang di Gampong Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan manajemen dalam aktivitas usaha. Rombongan HIMMAPERSA diterima pemilik Bakpia A.H. Sabang, Abdul Halim.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari menjaga kualitas produk, mengelola proses produksi, memahami kebutuhan konsumen, pemasaran, hingga mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah perubahan lingkungan bisnis.

Dosen Pembina HIMMAPERSA, Nasrul Hadi, mengatakan pengalaman langsung di lapangan penting agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen, tetapi juga melihat penerapannya dalam situasi nyata.

“Mahasiswa perlu belajar bahwa manajemen bukan hanya tentang teori. Ketika mereka melihat langsung UMKM, mereka akan menemukan bagaimana sebuah keputusan bisnis dibuat, bagaimana sumber daya yang terbatas dikelola, bagaimana kualitas dipertahankan, dan bagaimana kepercayaan pelanggan dibangun,” ujar Nasrul.

Menurutnya, UMKM dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran yang dekat dengan realitas bisnis. Keterbatasan sumber daya dalam menjalankan usaha juga dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya kreativitas dan kemampuan mengambil keputusan.

Sementara itu, Ketua HIMMAPERSA, Nabil Fakhri Al-Amin, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan menambah wawasan praktis mahasiswa mengenai dinamika kewirausahaan dan pengelolaan UMKM.

“Wawasan yang diperoleh dari kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri dan memahami berbagai aspek manajemen, seperti operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia,” kata Nabil.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Bakpia A.H. Sabang yang telah menerima mahasiswa dan berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha.

Bakpia A.H. Sabang dirintis Abdul Halim pada pertengahan 2005. Usaha tersebut disebut mampu memproduksi lebih dari 1.000 kotak bakpia per hari dan telah memasarkan produknya ke sejumlah daerah, termasuk Malaysia.

“Kalau hari libur tahun baru atau saat libur sekolah, hasil produksinya bisa mencapai 1.500 kotak per hari,” ujar Abdul Halim.[]

Exit mobile version