Hari Ke-2, Banda Aceh dan Aceh Besar Dominasi MQK II Tahun 2021

Hari Ke-2, Banda Aceh dan Aceh Besar Dominasi MQK II Tahun 2021
Perlombaan MQK II memasuki babak semifinal, seorang santri tampak sedang mengikuti lomba pada cabang Balaghah, Marhalah Ulya, Jumat, (15/10/2021). Foto: (Nurmala/Mediasatunews.com)

BANDA ACEH – Perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK-II) tingkat Provinsi Aceh tahun 2021 yang diadakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah memasuki babak semifinal.

Ada sepuluh cabang yang diperlombakan pada tahun 2021 ini masing-masing cabang Akhlak, Tauhid, Fiqih, Tarikh, Ilmu Tafsir, Hadist, Nahwu, Ushul FIqh, Tafsir dan Balaghah.

Ajang ini diikuti santri putra-putri terbaik yang dikirim oleh masing-masing Kabupaten/Kota se-Aceh.

Ketua bidang lomba MQK II Aceh tahun 2021, Dr. Abd.Syukur, M.Ag mengatakan, pada babak semifinal nantinya terdapat enam orang putra dan putri yang akan berkompetisi dari masing-masing cabangnya.

“Itu merupakan hasil dari penilain di babak penyisihan,”kata Syukur, Jumat (15/10/2021).

Syukur menjelaskan dari sepuluh cabang yang dilombakan dimana masing-masing cabang akan diikuti oleh peserta sesuai dengan tingkatannya.

“Ada Marhalah Ula setingkat SMA ada dua cabang, Marhalah Wusta setara SMP empat cabang kitab yang dilombakan sedangkan Marhalah Ulya empat cabang,”ujarnya.

Lanjutnya, sejauh data yang telah dikumpulkan, ada dua Kabupaten Kota yang mendominasi, keduanya Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Sedangkan kota lainnya pencapaiannya masih dibawah dari dua kabupaten Kota tersebut,”ujarnya.

Namun itu baru data sementara belum bisa dipastikan secara utuh lantaran acara perlombaan masih berlangsung.

“Bisa saja besok berbalik kan,”katanya.

Syukur juga memastikan sebanyak 20 Kabupaten Kota yang mengikuti Acara tersebut semuanya dapat menempatkan wakilnya untuk masuk final.

“Setidaknya ada satu perwakilan lah,”ujarnya.

Menariknya, kata Syukur pemenang tahun 2019 yang juga juara bertahan yakni Kota Lhokseumawe jauh tertinggal dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Karena mereka hanya mampu memperoleh kemenangan setengah dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,”sebutnya.

Hal itu bukan tanpa alasan, syukur menilai Lhokseumawe terlalu lengah sehingga bisa dikalahkan dengan jauh oleh Kota Banda Aceh.

“Kalau dulu Lhokseumawe yang kejar-kejaran dengan Aceh Besar, sekarang jadinya terbalik,”ujarnya.

Salah satu pejabat penting di lingkungan Pemerintahan Aceh itu juga melaporkan bahwa pada pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dua tahun 2021 tersebut, sebanyak tiga Kabupaten di Aceh gagal mengirim peserta.

Ketiga yakni Kabupaten Pidie Jaya, Gayo Lues dan Simeulue.

“Tidak ikutnya mereka disebabkan berbagai hal, diantaranya tidak tersedianya anggaran yang cukup memadai dari Pemerintah Kabupaten setempat,”tuturnya.

Padahal, pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Kanwil Kemenag Aceh sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Pemkab se-Aceh untuk keikutsertaan pada ajang membaca kitab kuning dalam rangka mencetak kader-kader ulama baru.

“Namun soal mereka tidak bisa datang, kita tidak mengetahui secara pasti,”tuntasnya.

Exit mobile version