ACEH UTARA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat pengepul di Kabupaten Aceh Utara mencapai Rp.2.900 per kilogram. Kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir akibat tinginya permintaan akan harga minyak sawit mentah (CPO).
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Lilis Indriansyah mengatakan, hingga hari ini sabtu (4/11) harga sawit ditingkat pabrik berada dikisaran Rp. 2.990 hingga Rp. 3.110 per kilogram, di beberapa perusahaan yang menerima hasil TBS petani di Aceh Utara.
Sejumlah perusahaan yang menampung TBS petani yakni PT Satya Agung, PT Ika Bina Argo Wisesa, dan PT Seuramo Argo Perkasa.
“Harga sawit hingga mencapai tiga ribuan sudah terjadi sekitar empat hari terakhir, dia semakin meningkat dari pada harga tersebut, namun harga itu berbeda di setiap daerah, Alhamdulillah untuk Aceh Utara tinggi” kata Lilis.
Meskipun demikian, saat ini hasil panen petani mulai menurun karena sedang terjadi berondolan sawit atau trek akibat musim penghujan.
“Ini sedang musim trek sehingga kekurangan hasil panen, jadi saat ini permintaan semakin tinggi jadi harga dipermainkan oleh pasar, tapi itu menguntungkan bagi petani kita,” tambahnya.
Dengan tingginya harga sawit, maka berpengaruh terhadap tingginya harga CPO atau minyak mentah yang saat ini mencapai Rp.13.000 perkilogram, padahal sebelum pandemi Covid-19 harga tertinggi CPO hanya pada kiaran Rp.9.000 per kilogram.
Menurut Lilis, perkebunan kepala sawit milik petani di Kabupaten Aceh Utara mencapai 18 ribu hektare. 8.000 hektare diantaranya perlu direplanting atau peremajaan kembali.
Beberapa Kecamatan di Aceh Utara yang menjadi sentral produksi kelapa sawit yakni Langkahan, Simpang Keuraat, Baktya, Geurudong Pasee, Cot Girek, Lhoksukon, Nisam, Kuta Makmur, Sawang, hingga Meurah Mulia. (FJ)
