Haornas 2026, Pemerintah Aceh Beri Penghargaan untuk Insan Olahraga Berprestasi

Haornas 2026, Pemerintah Aceh Beri Penghargaan untuk Insan Olahraga Berprestasi
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh akan memberikan penghargaan kepada insan olahraga berprestasi dalam rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026). [Foto: Istimewa]

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyiapkan penghargaan bagi sejumlah insan olahraga yang dinilai memiliki prestasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga di Aceh.

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (12/9/2026).

Malam Penganugerahan Insan Olahraga Berprestasi Aceh mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh.

Melalui agenda tersebut, Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, pengabdian, prestasi, maupun kontribusi dalam mendukung kemajuan keolahragaan di Aceh.

Tahun ini, penerima penghargaan dikelompokkan ke dalam empat kategori. Keempatnya meliputi pelaku olahraga, pembina olahraga, penggerak atau tenaga keolahragaan, serta organisasi olahraga.

Total penerima terdiri atas 45 pelaku olahraga, tujuh pembina olahraga, lima penggerak atau tenaga keolahragaan, dan empat organisasi olahraga.

Khusus kategori pelaku olahraga, salah satu persyaratan yang ditetapkan yakni atlet berstatus warga negara Indonesia dan berdomisili atau mewakili Aceh. Penilaian prestasi dilakukan terhadap capaian yang diraih selama periode 1 September 2025 sampai 31 Agustus 2026.

Prestasi yang menjadi pertimbangan antara lain medali emas, perak, atau perunggu yang diperoleh dalam kejuaraan resmi multievent maupun single event internasional, baik secara individu maupun beregu. Atlet yang meraih medali emas pada kejuaraan resmi tingkat nasional juga masuk dalam kriteria penerima.

Sementara itu, kategori organisasi olahraga ditujukan kepada organisasi yang dinilai mampu mengelola, membina, mengembangkan, sekaligus mengoordinasikan kegiatan olahraga sehingga berkontribusi terhadap lahirnya prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk kategori pembina olahraga, penerimanya dapat berasal dari individu maupun lembaga yang memiliki peran dalam membina dan melatih atlet hingga mampu meraih juara pada tingkat daerah, nasional, dan/atau internasional.

Adapun penggerak atau tenaga keolahragaan diberikan kepada individu yang dinilai aktif mengambil peran dalam mendukung serta mendorong perkembangan olahraga, termasuk pada level nasional dan internasional.

Selain atlet, penghargaan juga menjadi bentuk apresiasi bagi olahragawan, pelatih, dan asisten pelatih yang dinilai memiliki prestasi atau jasa luar biasa dalam memajukan keolahragaan di Aceh.

Untuk menjaga objektivitas proses seleksi, Pemerintah Aceh membentuk tim penilai melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh. Tim tersebut beranggotakan delapan orang, dengan Kepala Dispora Aceh bertindak sebagai ketua dan sekretaris dinas sebagai sekretaris tim.

Keanggotaan tim melibatkan unsur Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC), Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI), serta Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI).

Dispora Aceh berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk penghormatan atas capaian yang telah diraih. Lebih dari itu, apresiasi tersebut diharapkan dapat memacu insan olahraga untuk terus meningkatkan kemampuan, kualitas pembinaan, dan prestasi.

Peringatan Haornas 2026 juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya berprestasi sekaligus menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang lebih baik di Aceh.

Dalam pelaksanaannya, sistem penghargaan diarahkan agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, profesional, serta diberikan kepada pihak yang benar-benar memenuhi kriteria.

Dengan demikian, penghargaan insan olahraga diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi turut memperkuat motivasi dan daya saing olahraga Aceh sehingga mampu melahirkan lebih banyak prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional. []

Exit mobile version