*Infrastruktur Dibangun, SDM Dayah Dikuatkan
Sejak Dilantik 10 Oktober 2017 silam, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dibawah kepemimpinan H Ramli MS dan Drs H Banta Puteh Syam., SH., MM (Alm) getol merealisasikan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Aceh Barat.
Memasuki usia 4 tahun kepemimpinan H. Ramli MS (10 Oktober 2017 – 10 Oktober 2021) telah melaksanakan pemerataan pembangunan, baik itu sektor pertanian, infrastruktur, dan pendidikan di bidang keagamaan.
Hasil lainnya yang tak kalah gemilang dari kepemimpinan H Ramli MS adalah surplusnya hasil produksi padi. Kemudian pembangunan jalan lingkar (Ring Road) yang telah membantu konektivitas di pedalaman Aceh Barat yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dibawah kepemimpinan Ramli MS, tidak hanya memprioritaskan pembangunan infrastruktur serta peningkatan produksi padi hingga surplus pangan di Kabupaten Aceh Barat. Ramli MS juga menaruh perhatian yang cukup serius di sektor agama. Melalui dinas terkait, Pemerintah Aceh Barat menggelontorkan sejumlah program unggulannya.
Dayah sebagai lembaga pendidikan terpadu dan tradisional berkomitmen sebagai lembaga pendidikan Tafaqquh Fiddin. Keberadaan Dayah tidak perlu diragukan lagi akan peran pentingnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang islami.
Indikatornya terlihat jelas dalam hal kemantapan akidah dan kedalaman spiritual, keagungan akhlak dan moral. Kemudian dalam hal keluasan ilmu pengetahuan yang setiap saat siap untuk berkompetisi dalam era global di saat ini dan di masa depan.
Beberapa program unggulan berhasil dilaksanakan seperti pembinaan dan penguatan bidang keagamaan. Seperti pembentukan Kampung Muslimin, penertiban masyarakat yang tidak berpakaian sesuai Syariat Islam.
Pemerintah Aceh Barat selama 4 tahun kepemimpinan Ramli-Banta (Rata) juga mengalokasikan anggaran berupa bantuan langsung kepada guru-guru dayah dan bantuan biaya pendidikan untuk santri. Yang paling kentara adalah penempatan tenaga pengajar dari dayah untuk sekolah-sekolah umum di Kabupaten Aceh Barat.
Pada tahun 2021 berjalan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh Barat memberikan insentif kepada guru dayah sebesar Rp 1 juta per bulan. Sehingga serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Barat tahun 2021 hampir Rp 1 miliar telah dialokasikan untuk 80 orang guru dayah.
Infrastruktur
Perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap pengembangan dayah tidak hanya melalui peningkatan kesejahteraan guru dayah saja. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung proses pembelajaran di pesantren yang ada di Aceh Barat.
Bangunan infrastruktur dimaksud meliputi pembangunan bilik-bilik santri, balee seumeubeut (balai pengajian) dan penambahan tempat mandi, cuci, kakus (MCK) plus. Sehingga, pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan Dayah, menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar untuk kebutuhan pendanaan infrastruktur dayah di Bumi Teuku Umar itu.
Pemerintahan Ramli MS-Banta (Alm) juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Serta memberikan insentif pada 140 pengajar pendidikan Quran (TPQ).
SDM Dayah Dikuatkan
Selain pemberian insentif guru dayah, TPQ dan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga melakukan pembinaan bakat bagi para santri agar skill mereka semakin terasah. Pembinaan bakat santri dilakukan melalui pelatihan bagi santri-santri dibidang kaligrafi, pelatihan jurnalistik, penulisan standarisasi Arab Jawi, seminar bakat santri dan bakat kepemimpinan santri, serta pengembangan kreatifitas dan inovasi santri milenial, disamping itu juga diadakan seleksi baca kitab kuning.
Sementara itu, untuk penguatan bidang agama para guru dayah di Aceh Barat, Pemerintah Ramli MS melaksanakan musyawarah ulama dayah Aceh Barat (MUDAB) dengan melibatkan seratusan ulama se-Aceh Barat. Agenda ini menjadi agenda rutin Ramli MS dengan para ulama. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama guru-guru pesantren membuat kurikulum muatan lokal.
Untuk itu, dalam rangka penguatan eksistensi pendidikan dayah di Aceh Barat, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Barat, Zulkifli menyampaikan pesan Bupati Ramli MS pada pejabat dinas terkait, agar mempertimbangkan aspirasi guru-guru dayah dalam setiap program yang diusulkan. Harapannya tidak lain agar sejumlah program untuk direalisasikan bermanfaat sesuai keinginan dan kebutuhan guru-guru di dayah. (*)
