JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyerahkan hasil penelitian terkait Gas Air Mata yang digunakan aparat kepolisian dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang kepada Menko Polhukam Mahfud MD.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. “Sudah (diserahkan ke Menko Polhukam), hasil analisa lengkap,” sebutnya seperti dikutip dari CNN Indonesia, pada Jumat (21/10/2022).
Namun, Ia enggan mengungkap hasil analisai soal gas air mata itu.
Diketahui, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa yang dipimpin Menko Polhukam mahfud MD sebelumnya telah menyerahkan laporan akhir Tim ke Presiden RI Joko Widodo pada Jumat (14/10) lalu.
Mahfud mengatakan TGIPF menyimpulkan gas air mata sebagai pemicu utama kepanikan yang berujung pada meninggalnya ratusan nyawa.
Dia mengatakan, peringkat keterbahayaan racun dari gas air mata itu sudah diperiksa oleh BRIN. Walaupun begitu, Mahfud menegaskan apapun hasil temuan dari BRIN itu tak akan mengurangi kesimpulan tim yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas sektor itu
Tragedi Kanjuruhan disorot oleh Dunia, saat itu Polisi menembakkan gas air mata ke arah penonton berada di tribun Stadion Kanjuruhan, Malang seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022. (CNN Indonesia)
