Mediasatunews.com | NAGAN RAYA – Di tengah keterbatasan dan harapan yang terus diperjuangkan, secercah kepedulian hadir untuk Muhammad Rafasya Afkar, bayi yang tengah berjuang melawan penyakit jantung bocor. Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, datang langsung ke kediaman orang tua Rafasya di Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (9/5/2026).
Di rumah sederhana itu, suasana haru menyelimuti pertemuan. Rafasya yang masih terbaring lemah menjadi alasan kuat hadirnya perhatian dari berbagai pihak. Jamaluddin Idham tak hanya datang melihat, tetapi juga membawa bantuan berupa santunan untuk meringankan beban keluarga.
“Setelah melihat langsung kondisi ananda Rafasya, saya sangat prihatin. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan keluarga diberi kekuatan menghadapi ujian ini,” ungkapnya dengan penuh empati.
Harapan baru pun muncul saat diketahui Rafasya akan segera dirujuk ke Jakarta untuk menjalani operasi. Namun, di balik rencana tersebut, tersimpan kekhawatiran keluarga. Biaya yang ditanggung hanya untuk kedua orang tua, sementara kebutuhan pendamping lain harus ditanggung sendiri.
Mendengar hal itu, Jamaluddin Idham langsung mengambil sikap. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi kebutuhan keluarga yang akan mendampingi Rafasya selama proses pengobatan di Jakarta.
“Kalau nanti dirujuk ke Jakarta, kita akan bantu fasilitasi keluarga atau pendampingnya. InsyaAllah, kita upayakan agar Rafasya mendapatkan penanganan terbaik,” tegasnya.
Ucapan tersebut sontak menghadirkan kelegaan bagi keluarga. Rasa cemas yang sebelumnya menyelimuti, perlahan berubah menjadi harapan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk pendamping selama pengobatan nanti,” ujar Feni Sarlina dengan mata berkaca-kaca.
Di balik kisah kecil dari pelosok Nagan Raya ini, tersimpan perjuangan besar seorang bayi melawan penyakit, serta harapan orang tua yang tak pernah padam. Kepedulian yang hadir hari itu menjadi bukti bahwa di tengah kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu.
