Mediasatunews.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) mendorong penguatan keamanan dan mutu pangan dalam sistem kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal itu disampaikan BBPOM Aceh dalam 39th TDMRC Seminar Series and Workshop yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mitigasi Bencana/Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Ekosistem Pangan Darurat melalui Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesiapsiagaan dan Respons Tanggap Darurat Bencana” tersebut dilaksanakan secara daring dan luring di Aula Gedung TDMRC USK.
BBPOM Aceh menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut. Materi bertajuk “Persyaratan, Regulasi dan Keamanan Pangan untuk Pangan Darurat Bencana” disampaikan Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, Muhibuddin.
Muhibuddin mengatakan pangan darurat tidak hanya harus tersedia dalam waktu cepat, tetapi juga memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, aspek tersebut penting karena pangan darurat diberikan kepada masyarakat dalam kondisi bencana yang membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus perlindungan kesehatan.
“Pangan darurat harus dipersiapkan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan mutu, bukan hanya ketersediaannya. Dalam kondisi bencana, masyarakat tetap memiliki hak untuk mendapatkan pangan yang aman dan memenuhi persyaratan. Karena itu, pemenuhan regulasi dan pengawasan keamanan pangan perlu menjadi bagian dari kesiapan sejak tahap perencanaan hingga distribusi,” jelas Muhibuddin.
Seminar tersebut juga menghadirkan Fazli, Analis Kebencanaan Ahli Madya Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), yang membahas kebutuhan pangan dalam sistem penanggulangan bencana.
Selain itu, Ketua Rumah Relawan Remaja Rahmiana Rahman membahas peran relawan dalam distribusi pangan. Sementara itu, Dr. Ir. Tjahja Muhandri menyampaikan materi mengenai inovasi dan teknologi tepat guna untuk pangan darurat.
Pembahasan dari berbagai perspektif tersebut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan sistem pangan darurat. Pemerintah, akademisi, lembaga kebencanaan, relawan, pelaku usaha, dan instansi terkait memiliki peran dalam memastikan ketersediaan pangan selama situasi darurat.
Melalui forum tersebut, BBPOM Aceh mendorong agar aspek keamanan dan mutu pangan menjadi bagian dari perencanaan kesiapsiagaan bencana. Pengawasan juga perlu diperhatikan pada setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga distribusi pangan kepada masyarakat.
BBPOM Aceh berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam seminar tersebut dapat mendukung penguatan sistem penanggulangan bencana di Aceh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat terdampak bencana.[]
