Alya sambut Haru Kak Na dan Kak Mah dengan Lagu tentang Banjir Ciptaannya

Alya sambut Haru Kak Na dan Kak Mah dengan Lagu tentang Banjir Ciptaannya

ACEH TAMIANG – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah, terlihat terharu dengan Syair lagu tentang bencana banjir yang didendangkan oleh Nur Alya Sari Zaini, sesaat setelah tiba di SD Negeri 1 Sungai Liput, (12/2/2026).

“Bagus sekali syairnya, suaranya juga merdu. Siapa yang ciptakan lagunya nak?” tanya perempuan yang juga menjabat sebagai Bunda Guru Aceh itu.

“Ciptaan Alia sendiri Ibu,” jawab Putri dari pasangan M Zaini dan Yayuk Susanti itu singkat.

“Wah, bagus sekali. Yait ya menggambarkan tentang bencana banjir lalu. Bagus, bisa jadi sarana pengingat dan sarana belajar di masa mendatang,” sambung Kak Na.

“Iya Bu, Alya menulis syairnya di lokasi tempat kami mengungsi. Kebetulan ada pulpen dan kertas di lokasi itu, langsung Alya coba karang lagunya,” kata Alya menjelaskan.

“Bagus, keren. Terus asah akatnya ya nak, Insya Allah ke depan Alya menjadi penulis lagu dan penyanyi yang sukses,” kata Kak Na berpesan sambil mengelus pipi Alya.

Atas permintaan Bunda Guru Aceh, Alya juga menyanyikan lagu Beusare-sare yang diiringi tepukan tangan Bunda Guru Aceh dan seluruh teman-temannya. Setelah Alya, beberapa siswa SD Negeri 1 Sungai Liput juga unjuk kebolehan di hadapan Istri Gubernur Aceh dan Istri Wakil Gubernur Aceh itu.

Untuk diketahui bersama, kunjungan Ketua TP PKK Aceh bersama Staf Ahli TP PKK Aceh ke SD Negeri 1 Sungai Liput adalah untuk menyambut kedatangan Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, meresmikan penggunaan kembali sekolah terimbas bencana hidrometeorologi tersebut pasca direnovasi.

Berikut ini adalah syair lagu ciptaan Alya. Meski syairnya telah selesai dan berulang kali ia dendangkan, namun Alya mengaku masih belum menemukan judul yang tepat untuk lagu ini.

“Suatu hari, di malam yang dingin.

Air sungai pun naik..

Gara-gara hujannya kemarin.

Lebat oh sangat lebat.

Meski rumah ayah sangat tinggi.

Rabu jam 10 malam, banjir.

Reff: Oh Mama Ayah, coba lihat.

Airnya naik sangat cepat.

Bagaimana caranya tuk kita mengungsi bersama-sama keluarga.

Wahai kawan-kawan dengarlah ceritaku.

Untuk bertahan hidup, langkah demi langkah kami panjati.

Namun airnya semakin tinggi.

Ya Allah, cepatkanlah pagi.
Gar kami bisa mengungsi.

Sungguh hati kami sangat takut menghadapi semua ini.

Ya Allah yang sangatlah tulus.

Inikah cobaan darimu?
Ajarkan kami tuk tetap sabar menghadapi semua cobaan darimu ya Allah.”

Exit mobile version