Aceh Besar – Puluhan guru honorer menggelar aksi damai di Kantor PGRI Aceh Besar, Senin, (20/9/2021). Aksi ini mereka lakukan untuk menuntut Presiden dan Mendikbud agar guru yang sudah mengabdi lama dapat diangkat menjadi PNS tanpa harus mengikuti tes.
Para guru yang melakukan aksi merupakan guru honorer yang telah mengabdi selama 10 tahun lebih. Aksi demo ini dipicu akibat tidak lulusnya mereka saat mengikuti tes PPPK baru-baru ini.
Beberapa diantara mereka bahkan ada yang hampir memasuki usia pension, namun mereka selalu gagal saat mengikuti ujian pengangkatan akibat sulitnya mereka dalam mengisi soal yang disediakan Pemerintah.
Nurhayatun, seorang guru honorer mengaku dirinya sangat sulit bersaing mengerjakan tes PPPK. Usianya saat ini sudah memasuki 49 tahun dan merupakan tulang punggung keluarga.
Penghasilannya sebagai guru honorer juga sangat rendah, dia berharap agar Presiden dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat mendengarkan aspirasi mereka.
“Saya merupakan tulang punggung keluarga, saat ini usia saya sudah 49 tahun dan untuk mengisi soal-soal ujian saya merasa sangat berat, kami mohon Bapak Presiden dan Pak Menteri dapat mendengar keluh kesah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PGRI Aceh Besar Munadi menyebutkan, pihaknya hanya bisa mendengar aspirasi para guru honorer ini. Langkah berikutnya mereka akan melaporkan hal ini kepada PGRI Provinsi agar dapat diteruskan ke Pusat.
“Kami hanya dapat menampung aspirasi dari saudara-saudara kita para guru honorer ini, selanjutnya ini akan kami laporkan ke Provinsi untuk dapat diteruskan ke Pusat,” kata Munadi di ruang kerjanya.
Setelah menggelar aksi demo, para guru honorer ini langsung membubarkan diri. Saat demo berlangsung mereka juga membawa sejumlah atribut sambil berorasi secara bergantian.
