Mediasatunews.com | Banda Aceh – Program pelatihan beasiswa penuh 2DIGIT Academy Global Talent Training Batch #2 resmi dimulai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Sabtu (6/6/2026). Program yang diselenggarakan MIT Foundation itu bertujuan mempersiapkan generasi muda Aceh agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui penguatan kompetensi global dan peningkatan peluang memperoleh penghasilan berstandar internasional.
Pelatihan berlangsung setiap Sabtu pukul 10.00–11.30 WIB dan diberikan secara gratis melalui skema beasiswa penuh bagi 10 peserta terbaik yang lolos seleksi.
Manager 2DIGIT Academy, Muttaqin, mengatakan program tersebut telah dirancang sejak setahun lalu dan mulai diimplementasikan pada Mei 2026. Pelatihan yang kini memasuki Batch #2 periode Juni 2026 difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar siap menghadapi kebutuhan industri global yang terus berkembang.
“Program ini bukan program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Fokus utama kami adalah membangun kompetensi global sehingga peserta mampu bersaing di pasar kerja internasional, termasuk peluang kerja jarak jauh atau remote work yang saat ini terus berkembang,” ujar Muttaqin.
Pembukaan pelatihan dilakukan Founder 2DIGIT Academy, Teuku Farhan, yang menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan bahasa Inggris dalam setiap sesi merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan dan kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi di lingkungan global.
“Banyak orang tidak memiliki kesempatan belajar di luar negeri. Namun, mereka tetap dihargai ketika berani berbicara dalam bahasa Inggris, meskipun masih dalam proses belajar. Karena itu, kita harus mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai kesempatan,” kata Farhan.
Pada pertemuan perdana, peserta mendapatkan materi bertajuk “Memahami Pasar Kerja Global dan Strategi Karier”. Materi tersebut membahas perubahan dunia kerja internasional yang dipengaruhi digitalisasi dan perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 3,4 miliar pekerja global yang terlibat dalam ekonomi digital. Selain itu, sekitar 65 persen pekerjaan yang diperkirakan muncul pada 2030 bahkan belum tersedia saat ini. Fenomena kerja jarak jauh juga dinilai telah menjadi norma baru yang memungkinkan perusahaan merekrut talenta dari berbagai negara tanpa batas geografis.
Peserta juga diperkenalkan pada sejumlah sektor yang diproyeksikan mengalami peningkatan kebutuhan tenaga kerja, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), komputasi awan (Cloud Computing), keamanan siber (Cybersecurity), dan analisis data (Data Analytics). Kawasan Asia Tenggara disebut sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja digital yang tinggi.
Selain memahami tren pasar kerja global, peserta dibekali strategi membangun karier melalui audit keterampilan (skill audit), perolehan sertifikasi digital, penyusunan portofolio profesional, optimalisasi profil LinkedIn, serta penguatan jejaring profesional (networking).
Salah seorang peserta, Hadi Irfandi, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas materi yang diberikan. Pelatihan ini membuka perspektif baru mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan kerja di masa depan,” ujarnya.
Melalui program 2DIGIT Academy, MIT Foundation berharap semakin banyak generasi muda Aceh memiliki kompetensi, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk bersaing di tingkat global tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.[]
