Assalamualaikum Wr. Wb
Setiap bulan Ramadhan tiba, kita akan lebih familiar dan sering mendengar sebutan Pesantren Kilat di sejumlah Masjid maupun Lembaga Pendidikan. Jika kita Buka Akar kata pesantren kilat ini dasarnya adalah dari santri. Di mana santri adalah sebutan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan agama islam (di pesantren, balai pengajian dll). Maka eksistensi dari pesantren kilat pada dasarnya adalah memberikan jajan pengetahuan bagi peserta didik tentang agama islam
Jika kita analisa, dan observasi di lapangan, maka kegiatan pesantren kilat sudah mewarnai di seluruh lembaga pendidikan di tingkat sekolah atau madrasah, bahkan bisa disebut sudah menjadi tradisi. Di mana setiap bulan ramadhan, yang seharusnya siswa mempelajari banyak pelajaran di sekolah, khusus pada bulan ramadhan difokuskan pada kegiatan yang berbasis pendidikan agama islam.
Seberapa Penting?
Pendidikan maju adalah pendidikan berbasis karakter. Sedangkan pola untuk memperbaiki karakter adalah dengan serangkaian konsep akhlak, pengetahuan agama, serta berbagai kebaikan lainya yang menciptakan pembiasaan yang baik; terutama ada pada Keteladanan Rasulullah Saw yang terus disampaikan dan dicontohkan oleh tenaga pendidik.
Ramadhan merupakan bulan pendidikan (tarbiyah). Pendidikan yang dimaksud yakni menjalankan ibadah puasa dan amalan-amalan yang mendatangkan pahala. Maka dihadirkan pesantren kilat di lembaga pendidikan sekolah atau madrasah selama bulan ramadhan adalah berujuan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang taat beragama, bermoral, cerdas, dan tanggung jawab, serta tangguh dalam menghadapi arus globalisasi. Melalui pesantren kilat anak-anak kita diharapkan bisa menjadi generai Qurani.
Bagaimana Teknis yang sudah berlangsung?
Di lapangan, yang kita ketahui; hari ini pesantren kilat biasanya hanya berlangsung selama satu minggu atau paling lama 2 minggu. Materi-materi yang disajikan seperti Baca Tulis Al-Qur’an, Sejarah Islam, Fiqih, Akhlaq dan lain sebagainya. Peserta dalam pesantren kilat pun dibagi menurut kemampuannya. Biasanya mulai dari kelompok pemula sampai kelompok lanjutan. Materi yang diajarkan tiap-tiap kelompok pun berbeda-beda sesuai jenjangnya.
Pesantren kilat dibulan ramadhan juga bisa disebut sebagai pola pembiasaan. Di mana selama bulan ramadhan peserta didik, diberikan materi khusus tentang agama islam, bahkan praktek pelaksanannya. Guna agar mereka terbiasa melakukannya di rumah, dan berbagi dengan sahabat dan kerabatnnya.
Lalu Kenapa Harus di bulan Ramadhan?
Sebenarnya kegiatan Pesantren ini tidak boleh kilat, di mana pendidikan itu harus ditempuh seumur masa. Karena pengembangan teknologi di era digitalisasi juga melahirkan tantangan baru bagi generasi penerus. Tapi jika kita dalami, pelaksanaan pesantren kilat di bulan ramadhan adalah sebagai ikhtiar guru agar membantu mereka menambah wawasan tentang agama islam yang belum mereka dapatkan di dalam kelas.
Diketahui sebelumnya, bahwa pendidikan agama islam di madrasah atau sekolah hanya bisa dilangsungka dalam beberapa jam pelajaran dalam 1 minnggu pertemuan. Yang lainnya mengikuti pelajaran umum dan pelajaran pokok sebagaimana kurikulum yag berlaku. Maka pesantren kilat hadir sebagai penyegaran dan literasi akhirat yang jauh lebih bermanfaat untuk karakter peserta didik.
Subtansi Pelaksanaan
Setelah kita mengetahui maksud pelaksanaan pesantren kilat tersebut, maka konklusinya adalah itu hanya nama program yang terkenal dan sudah dikenal di kalangan madrasah dan sekolah. Namun tidak juga menutup kemungkinan setiap madrasah bisa melaksanakan kegiatan tersebut dengan nama yang berbeda, sementara subtansi yang ingin dicapai tetap sama yaitu untuk pendidikan karakter;
Misalnya sekarang hadir dengan program Daurah Alquran, Kampoeng Alquran, Madrasah bersama Alquran, Ramadhan bersama Alquran, Ramadhan Produktif dll. di mana peserta didik fokus pada target program yang telah dirumuskan semisal hafal Alquran, tahsin Alquran, Pidato, dll.
Maka dari berbagai program yang dibentuk ini adalah sebuah kemajuan dan pembaharuan. Namun bagi madrasah atau sekilah sebagai pelaksana berkenan untuk sangat siap dengan nama yang telah diluncurkan. Artinya tidak menjadikan program tersebut hanya sebatas sebagai tradisi yang harus dijalankan tanpa melihat dan mengukur apa yang akan dicapai peserta didik.
Kami berpandangan bahwa salah satu kesiapan madrasaha atau sekolah penyelenggara dengan program seperti pesantren kilat adalah mereka siap degngan kurikulum yang disusun secara baik dan tepat. Sehigga kegiatan begitu mengarah dan mencapai hasil. Karena pendidikan yang baik, adalah untuk hasil yang ada, meskipun itu sedikit tapi juga sangat bermanfaat.
Lalu Hubungan Dengan Wali Siswa?
Pendidikan maju pada abad 21 ini meliputi 4 M Kompetensi, Kolaborasi, komunikasi, kreatifitas dan Kritis. Maka persoalan kolaborasi dapat berperan untuk mendekatkan orang tua dengan guru dalam konteks kerjasama memaksimalkan program pesantren kilat berlangsung secara baik.
Maka guru juga dapat mengambil kesempatan seperti menyediakan buku pengawasan, tentang kegiatan siswa selama di rumah; baikitu tadarus, shalat lima waktu, berpuasa, ibadah shalat tarawih dll. Sehingga buku pengawasan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi guru untuk kemudian diberikan apresiasi bagi peserta didik sesuai prestasi yang mereka lakukan.
Tadarus di bulan Ramadhan, ini juga menjadi tradisi yang terus digalakkan peserta didik; sepertinya hal nya di Aceh, setiap setelah shalat lima waktu, semua bergegas mengambil Alquran dan membacanya secara suara pelan.
Namun semaraknya di malam ramadhan di mana pasca shalawat tarawis, semuda generasi muda termotinvasi berkumpul di menasah, mesjid dan balai pengajian bersama-sama secara talaqqi, melangsungkan tadarus Al-Quran yang dikenal “Cok-Cok Ayat” dan Berlangsung dengan suara yang keras bahkan menggunakan microphone.
Nah, di sini juga sangat berperan fungsi pesantren kilat, di mana memastikan peserta didik yang sedang belajar tersebut, semakin baik kemampuannya dalam membaca Alquran dengan kaidah tajwid yang benar.
Selain pendidikan, pesantren kilat juga menghadirkan konsep kerjasama yang baik, tolong menolong, berkompetensi dalam berbagai perlombaan yang digelar, hingga ditutup dengan kegiatan silaturahmi bersama, seperti buka puasa bersama, hingga shalat secara berjamaah.
Intinya, pesantren kilat adalah program yang baik untuk terus dilanjutkan da membudaya di madrasah, namun denga tetap merumuskan kesiapan-kesiapan pendidik dengan berbagai konsep yang menarik, tidak menjenuhkan, efektif,efesien, tentunya dengan adanya rumusan kurikulum khusus untuk agenda ramadhan.
Penulis:
Rifki ismail, S.Ag
Inisiator Program Kampoeng Al-Quran di Matangkuli, Ketua KKG PAI MI Aceh Besar dan Guru MIN 28 Aceh Besar
