Mediasatunews.com | Surabaya – Organisasi Wilayah Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh menyiapkan sejumlah program strategis tahun 2027 yang difokuskan pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan komoditas unggulan daerah, serta hilirisasi sektor pangan untuk meningkatkan daya saing produk Aceh di pasar nasional maupun internasional.
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda yang dibawa ISMI Aceh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ISMI dan KIBAR 5 & Expo yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026).
Rakornas ISMI di Surabaya turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hingga pengurus ISMI se-Indonesia.
Sementara peserta dari pengurus ISMI Aceh yang hadir dalam Rakornas tersebut terdiri dari Ketua ISMI Aceh, Nurchalis, yang diwakili Sekretaris Umum ISMI Aceh, Muhammad Balia, Bendahara Umum ISMI Aceh, Almer Hafidz Sandy, Wakil Sekretaris ISMI Aceh, Dharmayanti, serta Ketua MPC ISMI Aceh Tengah, Mukhlis Amin.
Dalam sesi pemaparan program, Ketua ISMI Aceh, Nurchalis, yang diwakili Bendahara Umum ISMI Aceh, Almer Hafidz Sandy, menjelaskan bahwa penyusunan program kerja tahun 2027 diarahkan untuk memperkuat peran saudagar muslim dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Program tersebut disusun dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya, potensi unggulan Aceh, kebutuhan anggota organisasi, serta peluang kerja sama dengan pemerintah dan berbagai mitra strategis.
“Salah satu prioritas yang disiapkan adalah pengembangan UMKM melalui pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan jejaring bisnis, serta perluasan akses pasar,” kata Almer Hafidz Sandy.
Almer menjelaskan, pendataan UMKM yang telah dilakukan sebelumnya juga akan menjadi dasar untuk memetakan kesiapan usaha, kebutuhan pendampingan, hingga peluang kerja sama dengan calon pembeli dan mitra distribusi.
Selain itu, ISMI Aceh akan mendorong promosi produk unggulan daerah melalui pameran, temu bisnis, pemasaran digital, serta penjajakan peluang ekspor bagi pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan.
Hilirisasi Pangan Jadi Prioritas
Selain penguatan UMKM, ISMI Aceh menempatkan hilirisasi ketahanan pangan sebagai salah satu fokus khusus dalam rencana program kerja tahun 2027.
Program tersebut, kata Almer, diarahkan untuk mendorong pengolahan komoditas pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, sehingga hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan Aceh tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan antara lain kopi Aceh, hasil perikanan, serta berbagai produk pangan olahan lokal.
“Untuk komoditas kopi, pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas pengolahan pascapanen, produk kopi siap konsumsi, penguatan merek, serta perluasan jaringan pemasaran,” jelasnya.
Sementara pada sektor perikanan, ISMI Aceh melihat peluang pengembangan produk olahan yang memiliki daya simpan lebih panjang, salah satunya keumamah atau ikan kayu yang telah memiliki peluang pasar hingga ke luar negeri.
Pengembangan produk tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Dalam pelaksanaannya, ISMI Aceh akan mendorong pemetaan komoditas potensial, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, pemenuhan legalitas usaha, hingga penerapan standar keamanan pangan.
Almer Hafidz Sandy menjelaskan, keberhasilan program hilirisasi pangan membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, kelompok tani, nelayan, koperasi, hingga pelaku industri pengolahan.
Karena itu, kata dia, ISMI Aceh akan berupaya memperkuat perannya sebagai penghubung antara produsen bahan baku, pelaku UMKM, investor, distributor, dan calon pembeli.
Melalui kemitraan tersebut, rantai usaha dari hulu hingga hilir diharapkan dapat terbangun secara lebih terintegrasi.
Langkah ini juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperoleh kepastian pasokan bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jaringan distribusi produk.
“ISMI Aceh akan menjajaki kerja sama yang lebih konkret dengan Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, lembaga keuangan, dan dunia usaha untuk mendukung pelaksanaan program tersebut,” ungkapnya.
Siapkan 10 Program Hilirisasi
Dalam rancangan program kerja tahun 2027, ISMI Aceh menyiapkan sepuluh agenda utama untuk mendukung pengembangan hilirisasi ketahanan pangan.
Program tersebut meliputi pemetaan potensi komoditas pangan Aceh, pengembangan produk pangan olahan, pendampingan UMKM pangan, peningkatan standar dan legalitas produk, serta penguatan rantai pasok bahan baku.
Selain itu, terdapat program pengembangan kemitraan strategis, promosi dan perluasan akses pasar, penjajakan pasar nasional dan ekspor, penguatan kapasitas produksi dan nilai tambah, serta monitoring dan evaluasi program.
Pelaksanaan program direncanakan diawali dengan identifikasi komoditas prioritas dan pelaku UMKM potensial yang memiliki kesiapan bahan baku, produk, serta kapasitas produksi.
ISMI Aceh juga membuka peluang pelaksanaan program percontohan terhadap sejumlah usaha yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Hasil pelaksanaan program nantinya akan dievaluasi berdasarkan sejumlah indikator, seperti jumlah UMKM yang mendapat pendampingan, peningkatan kualitas produk, terbentuknya kemitraan usaha, perluasan akses pasar, hingga perkembangan penjualan dan kapasitas produksi.
Dorong Produk Aceh Tembus Pasar Ekspor
Melalui Rakornas ISMI dan KIBAR 5 & Expo di Surabaya, ISMI Aceh juga ingin memperkuat jejaring bisnis antardaerah sekaligus membuka peluang pemasaran produk unggulan Aceh ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi organisasi saudagar muslim untuk membangun komunikasi dan menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
ISMI Aceh berharap program kerja tahun 2027 tidak berhenti pada penyusunan rencana, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
Dengan penguatan kelembagaan, pendampingan UMKM, serta pengembangan hilirisasi pangan, ISMI Aceh diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya saing produk lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian Aceh secara berkelanjutan. []
