Pemerintah Aceh Gandeng 24 Perguruan Tinggi Perkuat SIGAP dan Satu Data

Pemerintah Aceh Gandeng 24 Perguruan Tinggi Perkuat SIGAP dan Satu Data

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memperkuat kolaborasi dengan 24 perguruan tinggi untuk memperluas pemanfaatan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) serta mengoptimalkan penyelenggaraan Satu Data Aceh.

Komitmen kerja sama tersebut dibahas dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Komitmen Kolaborasi Pemerintah Aceh bersama Perguruan Tinggi untuk Perluasan serta Pemanfaatan SIGAP dan Satu Data Aceh” yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (4/11/2026).

Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Al Muniza Kamal, menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, terutama melalui dukungan penyediaan data, penelitian, pengembangan teknologi, dan sumber daya akademik.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemanfaatan SIGAP, tetapi juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan Satu Data Aceh sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.

Sementara itu, Aceh Lead SKALA, Dicky Ariesandi, menyampaikan bahwa program SKALA berfokus pada penguatan pelayanan dasar, yang salah satunya membutuhkan dukungan ketersediaan dan kualitas data.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 24 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Aceh. Perguruan tinggi yang terlibat meliputi Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Abulyatama, Universitas Iskandarmuda, Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA), Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Universitas Ubudiyah Indonesia, Sekolah Tinggi Chik Pante Kulu Banda Aceh, Politeknik Aceh, dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh.

Selain itu, hadir pula perwakilan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Universitas Almuslim, Universitas Malikussaleh (Unimal), Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Samudra (Unsam), IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Universitas Gajah Putih, IAIN Takengon, Universitas Gunung Leuser, Universitas Teuku Umar (UTU), STAIN Teungku Dirundeng, serta Politeknik Aceh Selatan.

Keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam mendukung penyediaan serta pemanfaatan data untuk pembangunan daerah.

Dalam kegiatan itu, peserta juga membahas pentingnya penerapan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan pendekatan tersebut, setiap keputusan pemerintah diharapkan didukung data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah pejabat dan narasumber turut menyampaikan pandangan dalam diskusi panel. Mereka antara lain Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas, Tirta Sutedjo; Kepala Biro Isra Setda Aceh, Yusrizal, yang mewakili Asisten I Sekda Aceh; perwakilan Bappeda Aceh; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Iskandar; Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh, Edi Yandra; serta Said Azhari dan Wardana.

Diskusi panel tersebut dimoderatori Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si., Kepala Bagian Nonpelayanan Dasar Biro Isra Setda Aceh. Ia memandu pembahasan mengenai penguatan sinergi pemerintah dan perguruan tinggi, pemanfaatan SIGAP untuk mendukung pembangunan di tingkat gampong, serta penyelarasan penyelenggaraan Satu Data Aceh dengan sistem data kabupaten/kota.

Selain membahas kebijakan, kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah.

Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Elly Sufriadi, memaparkan pengalaman pelaksanaan program magang statistika, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan Kampus Berdampak dalam mendukung penyelenggaraan Satu Data Aceh serta perluasan pemanfaatan SIGAP.

Sementara itu, perwakilan pemerintah daerah berbagi pengalaman mengenai kolaborasi dalam perluasan SIGAP dan penerapan Satu Data, termasuk tantangan teknis serta peluang pengembangannya.

Sebagai tindak lanjut, peserta merumuskan agenda kolaborasi dan rencana tindak lanjut (RTL). Beberapa fokus yang dibahas meliputi optimalisasi penyediaan data dalam sistem informasi gampong melalui KKN Tematik dan program Kampus Berdampak, serta penguatan data pada Portal Satu Data Aceh dan portal Satu Data kabupaten/kota melalui program magang mahasiswa.

Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan berita acara kesepakatan dan komitmen bersama antara Pemerintah Aceh dan perguruan tinggi sebagai dasar pelaksanaan kerja sama ke depan.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Aceh mendorong keterlibatan dunia akademik dalam memperkuat ekosistem data daerah. Dengan demikian, data dan informasi dari tingkat gampong hingga provinsi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.[]

Exit mobile version