Literasi Obat dan Makanan Jadi Bekal Masyarakat Hadapi Derasnya Informasi Digital

Literasi Obat dan Makanan Jadi Bekal Masyarakat Hadapi Derasnya Informasi Digital

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) mengajak masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menggunakan informasi terkait obat dan makanan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Podcast Berbisik BPOM Aceh Episode 21 bertajuk “Literasi Hebat, Masyarakat Sehat” yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan BBPOM Aceh, Senin (28/9/2026).

Podcast tersebut membahas pentingnya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial. Kegiatan menghadirkan Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Azhari, serta Ketua Tim Publikasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BBPOM Aceh, Suryani Fauzi. Kegiatan dipandu Suhil Alfata sebagai host.

Suryani mengatakan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi sebelum menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan, termasuk keputusan yang berkaitan dengan kesehatan.

“Literasi bukan sekadar membaca, tetapi memahami dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar,” kata Suryani.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah semakin banyaknya informasi mengenai obat, makanan, kosmetik, suplemen, dan produk kesehatan yang beredar melalui media sosial.

Masyarakat diingatkan agar tidak langsung mempercayai informasi hanya karena suatu produk sedang ramai diperbincangkan atau direkomendasikan oleh orang lain.

“Sebelum membeli maupun menggunakan produk, masyarakat perlu memperhatikan informasi yang terdapat pada kemasan. Mulai dari izin edar, komposisi, aturan penggunaan, peringatan, hingga tanggal kedaluwarsa perlu diperiksa terlebih dahulu,” ujar Suryani yang akrab disapa Ani.

Ia juga meminta masyarakat lebih kritis terhadap berbagai klaim produk yang beredar di media sosial, seperti klaim produk aman, alami, tanpa efek samping, hingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Informasi tersebut perlu diperiksa kembali dengan melihat sumbernya dan melakukan verifikasi melalui sumber resmi serta tepercaya. Kebiasaan memeriksa informasi sebelum membagikannya juga penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar, BBPOM Aceh menyediakan subsite resmi aceh.pom.go.id. Kanal tersebut memuat informasi publik, berita, regulasi, materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), layanan, serta informasi pengaduan dan konsultasi.

Selain itu, BBPOM Aceh memiliki JANET (Jawab Netizen) sebagai inovasi dalam komunikasi dan edukasi digital. JANET menjadi sarana untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait obat dan makanan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami sekaligus menghubungkan masyarakat dengan sumber informasi resmi.

Pada kesempatan yang sama, Azhari mengatakan masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi publik. Menurutnya, layanan informasi di BBPOM Aceh perlu diarahkan agar dapat diakses secara mudah, cepat, tepat, dan sederhana.

Di era digital, masyarakat tidak hanya dituntut menjadi penerima informasi. Masyarakat juga perlu berani bertanya ketika menemukan informasi yang meragukan, memeriksa sumbernya, serta menggunakan informasi yang diperoleh sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

“Kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat juga penting untuk memperluas edukasi mengenai obat dan makanan,” ujar Azhari.

Melalui peningkatan literasi, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar, khususnya informasi mengenai obat dan makanan. Masyarakat juga didorong membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum membeli, menggunakan, maupun membagikannya kepada orang lain.

“Penyampaian informasi melalui berbagai kanal diharapkan dapat membuat edukasi lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tutupnya.[]

Exit mobile version