Mediasatunews.com | Banda Aceh – Pameran kosmetik serta kebutuhan ibu dan bayi, LEXA Expo 2026, akan berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, mulai 29 September hingga 4 Oktober 2026.
Pameran yang dikemas dengan konsep Beauty & Mom Expo dan Mom & Baby Festival Aceh ini menghadirkan lebih dari 100 brand nasional dan pelaku UMKM pilihan.
Beragam produk kecantikan serta kebutuhan ibu dan bayi akan ditampilkan dalam satu rangkaian kegiatan selama enam hari.
Sejumlah program juga disiapkan untuk pengunjung, mulai dari area product trial, konsultasi kecantikan, talkshow, potongan harga hingga 70 persen, flash sale, hingga lucky draw dengan hadiah menarik.
Di tengah geliat industri kecantikan dan gaya hidup tersebut, penyelenggaraan pameran di Banda Aceh juga berlangsung dalam konteks daerah yang menerapkan syariat Islam.
Karena itu, kegiatan publik yang menghadirkan produk, hiburan, promosi, serta ribuan pengunjung menjadi bagian dari ruang sosial yang tidak terlepas dari norma dan ketentuan yang berlaku di Aceh.
Aspek kepatuhan terhadap aturan daerah, termasuk ketentuan terkait penyelenggaraan kegiatan, busana, perilaku, serta aktivitas hiburan di ruang publik, menjadi konteks penting dalam setiap kegiatan berskala besar di Banda Aceh.
Selain agenda pameran, LEXA Expo 2026 turut menghadirkan hiburan. Penyanyi Anggis Devaki dijadwalkan tampil dalam special performance sebagai salah satu rangkaian acara.
Kehadiran penampilan musik tersebut menjadi bagian dari konsep hiburan yang ditawarkan kepada pengunjung, bersamaan dengan berbagai program promosi dan kegiatan yang telah disiapkan penyelenggara.
LEXA Expo 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Selasa (29/9/2026) hingga Minggu (4/10/2026) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.
Dengan membawa beragam produk kecantikan dan kebutuhan keluarga, pameran ini sekaligus hadir di tengah karakter Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang kehidupan sosialnya berjalan dalam bingkai pelaksanaan syariat Islam.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut pun menarik perhatian dari sisi bagaimana agenda bisnis, gaya hidup, hiburan, dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan norma serta ketentuan yang berlaku di Aceh. []
