KPK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Membangun Integritas dan Mencegah Korupsi

KPK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Membangun Integritas dan Mencegah Korupsi

Mediasatunews.com | Banda Aceh – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Aceh, Taufik, bersama istri dan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) beserta pasangan masing-masing mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keluarga dapat menjadi benteng integritas sekaligus pintu masuk perilaku koruptif apabila nilai kejujuran dan tanggung jawab tidak ditanamkan sejak dini.

Ibnu menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas perlu ditanamkan melalui pendidikan serta keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas perlu ditanamkan melalui pendidikan serta keteladanan orang tua,” kata Ibnu.

Ia juga memaparkan data tindak pidana korupsi periode 2004 hingga triwulan III 2026 yang mencatat 1.892 kasus. Dari jumlah tersebut, gratifikasi dan penyuapan menjadi modus yang paling banyak ditemukan, yakni 1.170 kasus, disusul kasus pengadaan barang dan jasa sebanyak 452 kasus.

Selain itu, Ibnu menjelaskan tujuh kelompok tindak pidana korupsi, yaitu kerugian keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang, pemerasan, gratifikasi, suap-menyuap, serta benturan kepentingan dalam pengadaan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Taufik mengatakan bahwa upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih tidak cukup hanya melalui regulasi dan penegakan hukum. Menurutnya, penanaman nilai integritas harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia menegaskan bahwa kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian tidak cukup diajarkan melalui nasihat, tetapi juga harus diwujudkan melalui keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Taufik mengapresiasi KPK RI atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya antikorupsi di lingkungan pemerintahan dan keluarga.

Ia juga menyampaikan tiga pesan kepada peserta, yakni menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya kejujuran, menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, serta menjadi teladan bagi anak-anak.

“Anak-anak lebih mudah meniru perbuatan daripada sekadar mendengarkan nasihat,” pesan Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung penguatan integritas dan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terbentuknya masyarakat yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.[]

Exit mobile version