Mediasatunews.com | Bireuen – Pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) atau refinery minyak sawit milik PT Orbis Tanah Luas di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, mendapat dukungan penuh dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Dukungan tersebut disampaikan saat Ketua dan anggota Komisi III DPRA meninjau langsung lokasi pembangunan pabrik, Jumat (15/5/2026). Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRA, Aisyah Ismail, didampingi Wakil Ketua Armiyadi, Sekretaris Hadi Surya, serta anggota komisi lainnya, yakni Hasballah, Nurchalis, Musdi Fauzi, Dalimi, dan Eddi Shadiqin.
Aisyah Ismail mengatakan pembangunan refinery tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan industri hilir kelapa sawit di Aceh. Menurutnya, keberadaan pabrik itu nantinya tidak hanya mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi CPO, tetapi juga memproduksi berbagai produk turunan seperti minyak goreng, sabun, margarin, dan shortening.
“Pengembangan usaha ini menjadi sesuatu yang sangat dinantikan karena mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas sawit di Aceh,” ujarnya.
Ia menilai investasi tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan perluasan usaha masyarakat.
“DPRA sangat bangga atas investasi yang dilakukan PT Orbis Tanah Luas dalam mengembangkan industri hilir sawit di Aceh,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRA, Nurchalis, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah investasi yang dilakukan perusahaan tersebut. Menurutnya, hilirisasi industri sawit di Aceh mulai menunjukkan perkembangan positif.
Ia menambahkan, DPRA akan merekomendasikan dukungan kepada Pemerintah Aceh agar proses pembangunan refinery dapat berjalan lancar dan produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.
“Apa yang dilakukan PT Orbis Tanah Luas menunjukkan bahwa putra daerah mampu berkontribusi besar dalam pengembangan ekonomi Aceh, khususnya di sektor hilirisasi sawit,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRA, Armiyadi, juga menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia memastikan pihaknya siap membantu apabila terdapat kendala dalam proses pembangunan.
“Jika ada hambatan, kami siap membantu agar program refinery ini dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.
Saat ini, progres pembangunan pabrik refinery disebut telah mencapai sekitar 15 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
Perwakilan PT Orbis Tanah Luas, Reza, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Komisi III DPRA terhadap proyek tersebut.
“Kehadiran Komisi III DPRA menjadi motivasi besar bagi kami. Semoga apa yang sedang kami kerjakan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat Aceh secara umum,” ujarnya.[]
