Kadis Pertanian Aceh Besar Apresiasi Kelompok Tani Jeumpa Gadeng, Usulkan Cetak Sawah 900 Hektare

Kadis Pertanian Aceh Besar Apresiasi Kelompok Tani Jeumpa Gadeng, Usulkan Cetak Sawah 900 Hektare

Mediasatunews.com | Jantho – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, drh. Ade Kurniawan Abdy, mengapresiasi peran aktif Kelompok Tani Irigasi Jeumpa Gadeng di Gampong Jantho Baro, Kecamatan Kota Jantho, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Apresiasi tersebut disampaikan Ade saat menghadiri acara syukuran Kelompok Tani Irigasi Jeumpa Gadeng yang dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan di Gampong Jantho Baro, Kamis (15/10/2026).

Menurut Ade, kelompok tani memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat perekonomian masyarakat.

“Keberadaan Kelompok Tani Jeumpa Gadeng ini sangat penting untuk membantu para petani mengoptimalkan pengelolaan lahan dan meningkatkan hasil produksi. Dengan demikian, diharapkan perekonomian masyarakat juga semakin meningkat,” ujar Ade.

Ia menegaskan, pengembangan sektor pertanian membutuhkan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program pertanian dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Ade juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah masing-masing. Menurutnya, dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan kemauan dan keterlibatan masyarakat agar pengembangan sektor pertanian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Dengan kerja sama berbagai pihak serta adanya kemauan dan partisipasi masyarakat sendiri, insyaallah perekonomian masyarakat di sekitar kelompok tani ke depan bisa lebih baik daripada sekarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, UPT Kementerian Pertanian, Firdaus, mengatakan Kelompok Tani Irigasi Jeumpa Gadeng berharap memperoleh dukungan program strategis Kementerian Pertanian untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayah tersebut.

Salah satu usulan yang disampaikan kelompok tani adalah pengembangan lahan seluas sekitar 900 hektare melalui program cetak sawah. Program tersebut diharapkan dapat memperluas areal persawahan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pertanian masyarakat.

Namun, Firdaus menegaskan bahwa pelaksanaan program cetak sawah harus memenuhi sejumlah persyaratan, terutama terkait kejelasan status dan pemanfaatan lahan.

“Untuk program cetak sawah, salah satu syarat utamanya adalah lahan harus berstatus clear and clean. Karena itu, perlu dipastikan tidak ada persoalan terkait status, kepemilikan, maupun pemanfaatan lahannya,” ujar Firdaus.

Ia menjelaskan bahwa sebagai kelompok tani yang baru terbentuk, Jeumpa Gadeng masih membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan. Dukungan tersebut diperlukan untuk mengembangkan usaha budi daya pertanian sekaligus membuka akses terhadap program bantuan pemerintah.

Firdaus berharap Kelompok Tani Irigasi Jeumpa Gadeng dapat berkembang dan memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses program-program pengembangan pertanian seperti kelompok tani lainnya.

“Kami berharap kelompok tani ini bisa mendapatkan dukungan melalui program-program Kementerian Pertanian sehingga dapat berkembang bersama kelompok tani lainnya. Tentu diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.[]

Exit mobile version